BACA JUGA : Peringati HUT Ke-77, Pemkot Surabaya Siap Perbaiki Rumah Veteran
Menjelang kickoff Jember Bersholawat Satu Abad NU, Bupati Hendy memimpin apel gelar pasukan Banser, kemarin sore (18/8), di Alun-Alun Jember. Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa NU telah berhasil melintasi dinamika zaman dengan cukup hebat. Sebelum Indonesia merdeka, ormas tersebut lahir dan kiprahnya dimulai.
Misalnya turut aktif membangun wawasan kebangsaan rakyat dengan tetap menanamkan nilai-nilai agama. Dalam tatanan kenegaraan, lanjutnya, turut membangun konsensus kebangsaan. "Kerangka negara, pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," sambungnya.
Setelah Indonesia merdeka, juga tetap aktif memberikan sumbangsih kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Bahkan, tambahnya, telah dikenal dunia dengan prinsip dasar, nilai, serta dengan jati dirinya yang kukuh. Program pemerintah juga telah dibantu dengan ikut andil menyejahterakan rakyat.
Bupati Hendy mengajak kepada seluruh warga NU untuk bekerja keras bersama. Kolaborasi untuk membangun bangsa dan masa depan sesuai yang dicita-citakan. Sebab, menurutnya, itu semua tidak mungkin terwujud dalam kurun waktu singkat. "Tidak terlepas dari tantangan dan ujian berat," ucap pria asal Kampung Ledok, Jember Kidul, Kaliwates, itu.
Lebih lanjut, dia berharap warga NU tetap menjadi pelopor dan teladan umat yang pandai bersyukur, serta tangguh menghadapi segala perubahan zaman. Bersama Wakil Bupati (Wabup) Jember MB Firjaun Barlaman dan Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, dia mengapresiasi kegiatan Jember Bersholawat di malam harinya. "Terima kasih atas peran, jasa, dan pengabdiannya kepada bangsa, khususnya Jember," ungkapnya di depan seluruh Banser dan warga NU yang hadir.
Sementara itu, Ketua Panitia Jember Bersholawat Satu Abad NU, Rabith Qoshidi, menjelaskan, apel seribu Banser tersebut bertujuan untuk persiapan pengaman acara. Dibarengi dengan bazar UMKM NU-preneur sebagai wujud turut membangkitkan ekonomi Jember. "Puncaknya nanti malam (kemarin malam, Red), Jember Bersholawat dalam rangka kickoff satu abad NU," paparnya.
Perhelatan akbar bertajuk salawatan itu, tambahnya, juga dihadiri oleh pelantun salawat dari Mesir, Syeikh Mustofa Atef. Selain warga NU Jember yang datang, juga dimeriahkan oleh berbagai majelis salawat. "Sebanyak 20 ribu peserta direncanakan memenuhi Alun-Alun Jember, memeriahkan Jember Bersholawat," sebutnya.
Diketahui, kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama yang digelar. Robith mengatakan, ada beberapa rangkaian sampai resepsi puncaknya di tahun 2023 mendatang, tepat satu abad NU. Dalam setiap pelaksanaannya, pihaknya melibatkan seluruh elemen mulai dari internal NU, masyarakat, serta Pemkab Jember. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri