BACA JUGA : Banyak Penerima Ganda, Perketat Seleksi Penerimaan Beasiswa Daerah Jember
Pria berusia 49 tahun itu menjadi pahlawan masa kini karena mengabdikan diri untuk para patriot bangsa yang telah gugur. “Saya sudah mengabdi di TMP Ambulu sejak 1981 sampai saat ini 2022," ujar Adi Priyanto, sebagai juru pemelihara TMP Ambulu.
Pria yang akrab dipanggil Yanto itu mengaku berat untuk meninggalkan TMP, karena merasa sudah menyatu dan kecintaannya kepada para pejuang Indonesia. Dalam memelihara makam pahlawan, dirinya melakukannya sendiri. Saat sore, Yanto bisa dibilang tak pernah absen dalam mengunjungi dan mengurus makam para pahlawan yang telah gugur itu.
Kecintaannya terhadap pahlawan Indonesia membuat Yanto bekerja secara sukarela untuk merawat makam-makam tersebut. Membersihkan rumput dan menyapu sudah menjadi hal yang biasa dilakukan setiap sore hari. Tugasnya ini diturunkan dari pendahulunya, almarhum Poniran, yang merupakan kakeknya sendiri.
Pria itu juga tidak merasa minder ataupun gengsi dalam merawat makam. Bapak dua anak itu mengaku bangga bisa merawatnya. “Saya menjaga TMP Ambulu dengan sukarela dan atas dasar kecintaan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya," imbuh Yanto sambil menyapu daun.
Makam yang dijaga merupakan makam pahlawan yang ikut berjuang melawan penjajah bersama Letkol Suyitman. Adi Priyanto mengaku, dirinya sudah merasa dekat dengan TMP Ambulu. Siapa pun yang dimakamkan akan dirawat dengan sepenuh hati. "Saya tidak tahu apa namanya, karena seperti ada kontak batin gitu. Makanya saya rawat makam ini dengan sepenuh hati," ujarnya.
Dikatakan, awal mula menjadi seorang penjaga makam karena dulunya diajak oleh sang kakek. Setiap hari, saat dirinya masih kecil, dia selalu membantu kakeknya membersihkan makam. Kemudian, sampai sekarang dia pun resmi bekerja sebagai penjaga dan pembersih makam.
Pria ini mengaku dalam jiwanya sudah merasa ada hubungan batin yang terjalin dengan makam pahlawan. Dia pun mengaku ikhlas dalam merawat makam pahlawan itu. Dengan demikian, bisa dibilang dia menjadi penjaga makam sejak bersama sang kakek.
Menjelang hari kemerdekaan, Yanto selalu sibuk. Salah satunya setiap malam kemerdekaan, TMP Ambulu menjadi tempat renungan suci bagi masyarakat Ambulu. Yanto pun membersihkan area makam hingga terlihat indah.
Jerih payah yang sudah dilakukan Yanto merupakan hal yang orang lain jarang mau melakukan. Namun, dengan kecintaannya, Yanto ikhlas melakukannya. “Saya tidak mengharap apa-apa dari pekerjaan ini. Namun, kadang juga ada yang tiba-tiba memberi uang,” ungkapnya.
Yanto melanjutkan, dia berharap suatu saat nanti ada seseorang yang bisa menggantikan. Sebab, untuk mencari orang yang benar-benar mau dan ikhlas untuk menjaga makam pahlawan sekarang sulit. “Tidak mungkin kalau selamanya saya yang jaga,” tutupnya. (c2/nur) Editor : Safitri