Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Demi Kota Pesantren Aman dan Kondusif, Konser Langit Digagalkan!

Safitri • Jumat, 22 Juli 2022 | 16:36 WIB
Photo
Photo
KEPATIHAN, Radar Jember - Rencana Konser Langit yang akan digelar oleh Majelis Gaul di Jember resmi digagalkan, kemarin (21/7). Keputusan itu diambil setelah melalui serangkaian proses dan dengan tegas Pemkab Jember menolak Konser Langit di Kota Pesantren tercinta ini.

BACA JUGA : Kemendikbudristek Ajak Dunia Cari Solusi Percepat Pemulihan Sektor budaya

Dalam audiensi itu, Pemkab Jember langsung diwakili oleh Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman. Pertemuan pemerintah dan pihak penyelenggara Konser Langit berlangsung di Kantor Pemkab Jember.

Wabup Gus Firjaun menjelaskan, keputusan pemkab menolak Konser Langit untuk menjaga suasana kondusif di Jember. Pemkab khawatir akan adanya konflik jika konser yang diadakan Majelis Gaul itu terselenggara di Jember.

Menurutnya, penolakan Pemkab Jember diambil berdasar pertimbangan yang matang. Salah satunya adanya sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang telah melayangkan surat penolakan secara tertulis kepada Pemkab Jember. "Dan banyak lainnya menyampaikan secara lisan, bahkan ada yang akan mengambil langkah ekstrem," terang Gus Firjaun. Langkah ekstrem yang dimaksud seperti pembubaran paksa.

Persoalan mendasar yang membuat sejumlah ormas dan para tokoh keberatan karena narasumbernya. Tokoh yang akan menjadi narasumber atau penceramah dianggap memiliki rekam jejak tidak baik bagi sebagian warga Jember. Narasumber dimaksud adalah Ustad Hanan Attaki yang disinyalir sebagai eks anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebuah organisasi yang telah dibubarkan negara dan dilarang di Indonesia.

Dengan mengedepankan keamanan dan situasi kondusif di Jember, Gus Firjaun menegaskan, penolakan yang dilakukan bukan karena persoalan majelis atau pengadaan pengajiannya. Namun, demi menjaga kemaslahatan semua umat. Apabila di beberapa daerah lain bisa membuka pintu lebar-lebar, namun resistensi sebagian masyarakat di Jember cukup tinggi terhadap sosok narasumber. Karena itu, rencana Konser Langit digagalkan.

Menurutnya, menghindari risiko lebih diutamakan daripada mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan. Rasa keberatan itu bukan atas dasar kebencian pada satu golongan, tetapi mempertimbangkan kekhawatiran masyarakat. "Bergerak dari hati, mereka (Majelis Gaul, Red) akan memahami keputusan Pemkab Jember," ucap Gus Firjaun.

Dia juga menyampaikan bahwa pihak panitia telah legawa dengan besar hati menggagalkan Konser Langit di Jember. Untuk pelaksanaannya secara umum, tambah dia, dipersilakan. Asalkan digelar di luar Jember.

Hal ini juga berlaku untuk kegiatan lainnya yang sejenis. Gus Firjaun mengatakan, acara keagamaan yang diisi dengan salawat atau ceramah tidak masalah dilangsungkan di Jember. Tetapi, jika ada penceramah yang tidak sesuai dengan warna yang ada di Jember dan berpotensi menimbulkan konflik, penolakan tidak dapat dihindarkan.

Dia berharap Jember ke depan selalu dalam keadaan kondusif dan aman. Perbedaan-perbedaan yang ada diharapkan masih dalam batas bisa diterima oleh masyarakat dan minim adanya konflik yang akan mendera. "Kami bagian dari pemerintah yang berkewajiban menjaga semuanya," tutupnya.

Perwakilan panitia penyelenggara Konser Langit di Jember, Ustad Hutri, menyampaikan, sekitar 14 ribuan orang telah melakukan pendaftaran dan akan hadir dalam tablig akbar tersebut. Penyelenggaraan di beberapa daerah juga mendapatkan izin dan sambutan baik dari pihak pemerintah daerah setempat.

Meski begitu, pihaknya telah menerima keputusan yang diberikan Pemkab Jember dan tidak memaksakan kehendak. Penggagalan itu, tambah dia, akan membuahkan rasa sabar seperti niat baik untuk menggelar acara pengajian. "Konser Langit ini akan tetap kami selenggarakan di luar Jember," ujar Hutri.

Pada kesempatan lain, menanggapi informasi yang beredar tentang Hanan Attaki yang disinyalir sebagai eks anggota HTI, dalam klarifikasinya, Hanan Attaki sempat menyikapi penolakan yang sempat terjadi di Gresik. Dia menyatakan dirinya bukanlah eks HTI dan itu hanya sebuah fitnah.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Jember juga berupaya mengonfirmasi Hanan Attaki melalui akun Instagram-nya. Konfirmasi dimaksud untuk meminta tanggapan terkait Konser Langit yang akan diadakan Majelis Gaul di Jember, tetapi digagalkan karena narasumbernya adalah Hanan Attaki. Namun, hingga berita ini ditulis pukul 18.15, upaya konfirmasi belum direspons. (sil/c2/nur) Editor : Safitri
#Headline #hanan attaki