https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/26/05/2022/cegah-jamur-matikan-autofokus-kamera/
Pehobi ataupun pemilik ikan hias perlu mengetahui adanya alat filter air dan aerator. Keduanya sama-sama bekerja untuk menjaga ikan hias agar tidak kekurangan oksigen dan tidak mati. Terlebih, banyak ikan hias yang rentan jika kekurangan oksigen. Untuk itu, diperlukan persiapan guna meminimalisasi risiko kematian ikan hias akibat pemadaman listrik.
Menurut Lukman, bagi pehobi dan penjual ikan hias, ada hal yang perlu dipersiapkan sebelum terjadi pemadaman listrik. Hal tersebut yang paling utama harus memiliki aerator AC/DC sebagai penghasil gelembung udara.
“Kerja aerator AC/DC ini yang dihubungkan ke listrik. Tetapi, ketika listrik padam, bisa tetap berfungsi otomatis. Di dalamnya masih menyimpan daya. Ada baterai yang memberikan daya untuk tetap berfungsi,” katanya.
Aerator AC/DC, menurutnya, dalam keadaan baru ketahanan daya atau baterainya bisa mencapai 10 jam. Namun, seiring berjalannya waktu selama pemakaian alat tersebut umur baterai akan berkurang dan setelah 1 tahun dapat berfungsi saat listrik padam kurang lebih 6 jam.
Selanjutnya, ada aerator portabel. Berbeda dengan aerator AC/DC yang penggunaannya secara otomatis ketika listrik padam. Aerator portabel yang memerlukan baterai berukuran besar ini penggunaannya harus dinyalakan secara manual. Karena itu, harus ada orang di rumah. Sebab, kalau tidak ada orang di rumah, aerator portabel ini tidak ada yang mengaktifkan. Penggunaannya pun, menurut Lukman, dapat bertahan hingga 5–7 jam dan juga mampu menghasilkan gelembung air yang lebih besar dibandingkan aerator AC/DC.
Lukman menyadari bahwa kedua alat tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangannya. Namun, alat tersebut berdasarkan pengalamannya sebagai pehobi dan penjual ikan hias, sangat diperlukan untuk mengantisipasi ketika pemadaman listrik terjadi.
Dirinya pun menambahkan bahwa ada cara yang tidak memerlukan alat sehingga tidak harus mengeluarkan uang. Yakni dengan cara menguras akuarium hingga air di dalamnya berisi dari setengahnya. “Airnya sedikit, ikan akan sering bergerak dan pergerakan ikan dapat menciptakan oksigen,” tutup Lukman.
Jurnalis: mg2
Fotografer: BENI BAYU SANJAYA/RADAR JEMBER
Editor: Nur Hariri Editor : Maulana Ijal