Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Pengecer Koran Radar Jember, Optimistis karena Beritanya Bebas Hoax

Maulana Ijal • Kamis, 14 Juli 2022 | 18:31 WIB
SANG PROMOTOR: Nur Hasan menunjukkan berita headline Jawa Pos Radar Jember kepada pengendara mobil yang melintas di simpang empat Mangli, Rabu (13/7).
SANG PROMOTOR: Nur Hasan menunjukkan berita headline Jawa Pos Radar Jember kepada pengendara mobil yang melintas di simpang empat Mangli, Rabu (13/7).

Salah satu ujung tombak Jawa Pos Radar Jember adalah loper. Setiap hari, mereka mempromosikan informasi yang kredibel kepada warga. Bagi loper, informasi yang ditawarkan merupakan sajian berita yang seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan.


AHMAD MA'MUN, RADAR JEMBER


***


JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sinar matahari belum sepenuhnya terpancar. Saat remang-remang itu, Nur Hasan sudah bersiap memacu tenaganya menuju agen koran Jawa Pos Radar Jember. Dia mengambil puluhan koran untuk diecer di perempatan Mangli. Kebiasaan itu dilakukan setiap hari, untuk kebutuhan keluarga beserta anak-anaknya.

Menurut dia, banyak orang yang menganggap remeh pekerjaan tersebut. Namun, dia tak menggubrisnya. Selama puluhan tahun menjadi loper koran, dia sudah berhasil membahagiakan keluarganya. Bahkan, bisa mengantarkan kedua anaknya ke gerbang pelaminan.

Nur Hasan termasuk loper yang setia. Dia menjadikan pekerjaan tersebut sebagai sumber penghasilan utama bagi keluarganya. Profesi tersebut dia tekuni sejak dikaruniai seorang anak, sekitar 30 tahun lalu. Sampai sekarang, dia sudah punya tiga anak, dan tetap menekuni pekerjaannya. Waktu 30 tahun tentunya bukan waktu yang sebentar bagi seorang promotor berita di simpang empat Kelurahan Mangli, Kelurahan Kaliwates.

Setiap lampu berwarna merah, Nur Hasan mulai turun dari trotoar. Dia bergegas memperlihatkan lipatan koran yang berisi headline berita Radar Jember. Dia tunjukkan di depan kaca mobil sampai lima detik. Dalam waktu sesingkat itu, pengendara diharapkan bisa tertarik untuk mendapatkan informasi yang diliput secara langsung. Bukan informasi copy paste atau jiplakan seperti yang banyak beredar dan tidak jelas perusahaannya.

Dia melakukan upaya untuk menawarkan itu kepada semua pengendara, sampai lampu berubah menyala hijau. Dia baru beranjak ke trotoar lagi. "Berita di depan itu pasti bagus-bagus. Jadi, saya perlihatkan dulu ke pengendara bagian depannya, biar bisa tertarik dan membelinya," katanya sambil melambaikan koran Jawa Pos Radar Jember ke konsumen.

Jam kerja loper, menurutnya, hampir menyamai petugas keamanan lalu lintas. Mangkal setiap pagi. Bahkan, kerap lebih pagi dari petugas keamanan di perempatan Mangli. Hal itu seolah menjadi potret kehidupan di perempatan. Di mana ada petugas keamanan lalu lintas yang sedang menertibkan pengendara, di situ juga ada loper koran yang mempromosikan berita tanpa hoax. "Di sini dari pukul 06.00 pagi. Kalau beritanya heboh, kadang langsung habis," terang pria kelahiran tahun 1971 tersebut.

Sebagai loper, Nur Hasan menyampaikan perjalanan hidupnya dari hasil menjual koran. Posisinya sebagai tulang punggung keluarga. Dia pun mengaku bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dari hasil menjual koran. "Alhamdulillah, cukup lah untuk kebutuhan sehari-hari di rumah," imbuhnya.

Dia berprinsip, setiap berita yang dia promosikan pasti ada pembelinya. Meskipun sekarang kebutuhan informasi sudah sedemikian mudah. Namun, selama koran masih ada, Nur Hasan optimistis akan tetap banyak peminatnya. Apalagi, kabar hoax, berita palsu, bahkan kabar tampa sumber yang jelas kerap berseliweran di dunia maya. Dengan begitu, koran mendapat posisi yang baik di tengah tantangan mudahnya mendapat informasi. Namun, pembaca yang cerdas akan memilih informasi yang valid. "Koran tidak akan mati. Di tengah kemudahan informasi sekarang, belum tentu kabar di luar bisa dipertanggungjawabkan seperti Jawa Pos Radar Jember. Kalau orang bisa memilah, pasti membeli koran, informasinya tidak ada yang hoax," pungkasnya. (bersambung)

Foto   : Ahmad Ma’mun

Editor : Nur Hariri Editor : Maulana Ijal
#Jember #Headline