BACA JUGA : Pemerintah Terus Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional
Selain dinosaurus, ada pula replika kingkong dan motor gede (moge). Kemudian, rumah botol yang terbuat dari botol minuman bekas dan kafe berhiaskan kerajinan dari barang-barang bekas. Spot-spot itu yang kerap dijadikan lokasi berfoto oleh warga. Spot foto itu berada di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pakusari di Kecamatan Pakusari.
Setelah vakum selama dua tahun, kini wisata edukasi yang berada di zona pasif TPA Pakusari itu kini mulai aktif lagi menerima kunjungan. Ya, lahan bekas sampah seluas 1,7 hektare itu saat ini membuka kembali kunjungan wisatawan. Spot kekinian, lapak UMKM, masih tersedia di wisata edukasi itu. Terlebih, ditambah taman-taman mini di sekitar spot foto yang tampak asri dan bersih.
Edukasi terhadap pengelolaan sampah menjadi informasi penting yang diberikan kepada pengunjung. Banyaknya sampah dari segala penjuru di Kabupaten Jember sangat disayangkan jika hanya dibiarkan tanpa diolah. Wisata edukasi yang sudah ada sejak tahun 2020 hingga saat ini sukses tertata berkat tim pengolah yang kreatif.
“Saya dan tim berinisiasi agar barang bekas seperti ban kami jadikan seperti objek dinosaurus untuk spot foto, gas metan untuk memasak, dan beberapa objek lainnya yang sudah ada. Karena hingga saat ini banyaknya sampah yang masuk sekitar 192 ton per hari,” papar RM Masbut selaku koordinator pengelola wisata edukasi TPA Pakusari.
Istimewanya, di tempat itu pengunjung tidak dipungut biaya sedikit pun alias gratis. Kecuali biaya parkir yang hanya sebesar Rp 2 ribu. “Arah kami adalah mendukung Indonesia menuju zero waste atau nol pembuangan sampah pada 2030 bisa tercapai,” tutur pria yang juga menjabat sebagai staf kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember itu.
Sementara itu, Yeni, salah seorang pengunjung, mengaku, wisata edukasi itu makin banyak pilihan spot foto. Dirinya sengaja berkunjung ke wisata TPA Pakusari. Selain tak ditarik tiket masuk, spot fotonya pun sangat instagramable. “Menurut saya semakin banyak wahana dan spot foto, pengunjung akan berbondong-bondong datang ke sini, terutama di hari libur,” ungkapnya. (c2/bud)
Editor : Safitri