Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perlu Perawatan Venue Porprov 

Safitri • Sabtu, 2 Juli 2022 | 18:50 WIB
DIPERHATIKAN: DPRD kala melakukan inspeksi ke Kolam Renang Kebonagung yang menjadi venue cabor renang, sebelum digunakan untuk Porprov.
DIPERHATIKAN: DPRD kala melakukan inspeksi ke Kolam Renang Kebonagung yang menjadi venue cabor renang, sebelum digunakan untuk Porprov.
KEBONAGUNG, Radar Jember - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tidak hanya menjadi ajang atlet untuk berkompetisi. Tapi, legislatif juga mulai memahami betul bagaimana kondisi sarana dan prasarana olahraga. Oleh sebab itu, DPRD Jember menyarankan ada perawatan di seluruh venue seusai Porprov.

BACA JUGA : Perkuat Kerja Sama Bantu Masyarakat

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, dari berbagai venue yang telah disidak, ada beberapa bagian yang masih kurang terawat. Karena itu, setelah Porprov selesai, perlu ada peningkatan perawatan. Salah satunya yaitu tentang sumber air di Kolam Renang Kebonagung yang minim perawatannya. "Ketika sudah tidak digunakan lagi, maka harus ada perawatan. Kalau tidak, berarti hanya menunggu kerusakan venue olahraga," beber Tabroni.

Tak hanya Kolam Renang Kebonagung yang menjadi perhatian anggota DPRD Jember. Tapi juga ada venue lainnya, seperti lintasan atletik di Jember Sport Garden (JSG). Pembangunan lintasan atletik yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 3,8 miliar tersebut, kata Tabroni, harus didukung dengan perawatan yang memadai. Baik selama digunakan Porprov maupun setelahnya. "Anggaran pengadaannya sangat besar. Dan infonya, venue atletik itu standar internasional. Sayang sekali bila hanya digunakan Porprov saja. Syukur-syukur bisa digunakan di ajang lainnya dan atlet lari Jember semakin giat berlatih," pinta Tabroni.

Tabroni menjelaskan, lintasan atletik yang terbuat dari tartan, yaitu semacam karet, tentu saja perawatannya khusus dan tidak boleh sembarangan. Bahkan, kata dia, Stadion JSG harus steril dari yang namanya rokok. “Kalau lintasan atletik dari tartan, maka Stadion JSG tidak boleh ada yang merokok. Karena takut puntung rokok saat dibuang bisa membuat lintasan atletik itu rusak. Pengetahuan seperti ini semua pihak yang berkantor di Stadion JSG perlu paham,” katanya.

Dia meminta, Pemkab Jember melalui dinas terkait tidak boleh asal-asalan merawat lintasan atletik tersebut. “Jangan samakan merawat lapangan dari beton cor ataupun rumput,” paparnya.

Kekhawatiran wakil rakyat itu juga cukup beralasan. Jika venue-venue tersebut terus terawat, yang diuntungkan tentu bukan siapa-siapa, yaitu para atlet di Jember. Selepas Porprov, mereka bisa terus melatih, mengasah kemampuannya, untuk mengarungi kompetisi-kompetisi berikutnya yang tentu membawa nama besar Jember.

Selain di dua lokasi venue tersebut, DPRD juga mengharapkan perhatian serupa pada beberapa venue lain. Seperti GOR Kaliwates, lapangan tenis Kaliwates, GOR Argopuro, maupun Stadion Notohadinegoro. Demi menyukseskan Porprov di Jember kali ini, semua venue itu telah menghabiskan total dana perbaikan sekitar Rp 10 miliar.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) yang didapuk mengurusi perbaikan venue-venue Porprov itu sempat membenarkan bahwa memang ada beberapa bagian venue yang semestinya diperbaiki. Namun, tidak masuk paket pekerjaan perbaikan. Dia juga menjanjikan, perbaikan maupun perawatan itu bisa disusulkan di kemudian hari. "Memang ada beberapa yang tidak masuk paket pekerjaan. Tapi, nanti kami lakukan perawatan dan pekerjaan tambahan. Sementara kami fokuskan dulu ke Porprov," kata Rahman Anda, Kepala DPRKPCK Jember, sebelum perhelatan Porprov. (mau/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Jember #renang #Porprov