BACA JUGA : Jember Bakal Malu Jika Opening Porprov di JSG Gagal
Pria ini hobi melakukan spear fishing, yakni salah satu teknik menangkap ikan dengan tombak. Secara garis besar spear fishing ini dilakukan di dalam kedalaman laut dengan senapan tombak yang didesain khusus seperti untuk berburu. "Ini kami sebut spear fishing," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (5/6).
Tentu saja, model berburu ikan di laut ini berbeda dengan berburu hewan di pedalaman hutan, perlengkapan spear fishing ini tampak lebih banyak karena dilengkapi dengan perangkat menyelam juga. "Alat yang dibawa harus lengkap, kalau tidak biasa jangan coba-coba. Kami sudah terbiasa melakukan ini," terang Wahyu, sebelum menceburkan dirinya ke laut.
Perangkat utama yang digunakan adalah sebuah senapan tombak bernama spear gun. Bagian senapan ini terdiri dari 3 bagian utama yaitu, muzzle, tempat karet untuk tombak kecil yang disebut shaft, kemudian barrel yang merupakan tempat pipa melesatnya tombak, dan terakhir adalah trigger yaitu tempat untuk menarik pelatuk yang akan melesatkan tombak ke arah sasaran ikan.
Sekilas, senapan tersebut terlihat sederhana dan tidak serumit senapan yang digunakan untuk berburu di hutan. Namun siapa sangka, harga satu set spear gun dengan spesifikasi standar mencapai 2-3 juta rupiah, itu belum biaya modifikasinya, lebih baik lagi, harga satu setnya bisa mencapai 6 juta bahkan 10 juta rupiah. "Harga ini belum termasuk perlengkapan selam yang akan digunakan dan terkenal juga memiliki harga tidak murah," imbuh Wahyudiansyah.
Setelah selesai melakukan pemanasan dan bersiap-siap dia dan 3 temannya yang lain secara bergantian menceburkan tubuhnya ke lautan untuk mencari ikan yang bisa dia buru. "Kita tidak memakai perahu, jadi kita hanya di laut pada kedalaman tertentu," timpalnya.
Yang unik dari spear fishing ini, harus dilakukan oleh yang sudah ahli, karena membutuhkan teknik khusus dan pengalaman, contoh dalam menyelamnya saja itu harus mundur kelautan, bukan seperti orang yang berenang. "Kegiatan ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, terlebih Pantai Papuma ini ombaknya cukup besar," ujarnya.
Dalam sekali menyelam, pemburu bisa tahan di air laut selama kurang lebih dua jam, untuk ikannya sendiri bermacam-macam, seperti kerapu, tenggiri dan lain-lain. "Setelah sekitar dua jam menyelam, para pemburu keluar dari air," ucapnya.
Untuk tangkapannya, cukup bervariatif, tergantung dari banyaknya ikan yang ditemui di laut, namun, rata-rata tangkapan teman-teman sekali turun bisa sampai 15 sampai 20 kilo kilogram. (nur/c1) Editor : Safitri