BACA JUGA : Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Umbulsari, Telinganya Hilang
Deklarasi itu dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto serta sejumlah pejabat. Ada pula Kapolres Jember, Dandim, serta sejumlah tokoh di New Sari Utama, Selasa (14/6). Selain itu, ada perwakilan dari forkopimda wilayah Besuki, meliputi Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
“Deklarasi pertama dilakukan di Bangkalan untuk wilayah Madura, untuk kedua dilaksanakan di Malang, wilayah Malang Raya. Ketiga di Jember untuk wilayah Besuki Raya. Di Besuki Raya meliputi Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi. Tahap ketiga ini adalah komitmen bersama deklarasi antinarkoba dan cinta NKRI, dalam satu napas," ujar Khofifah yang didampingi Kapolda Jatim.
Tema kali ini “menolak narkoba itu sebagai bentuk cinta terhadap NKRI”. Langkah itu diikuti pelajar, mahasiswa, ojek online, Saka Bhayangkara, serta masyarakat dan beberapa perguruan pencak silat yang ada di Jember. "Kalau kita mencintai negeri ini, kita harus sehat dan produktif. Jadi, Forkopimda Jawa Timur (Jatim) bersama BNN Jatim ingin mengajak seluruh masyarakat bergerak mewujudkan cinta, dedikasi, dan pengabdian kita untuk NKRI,” ujarnya.
Bentuk deklarasi tolak narkoba itu, menurut Khofifah, merupakan bentuk gerakan bersama untuk membangun sprit patriotisme, spirit membangun integrasi bangsa, dan spirit nasionalisme. "Sehingga kita terus bangun penguatannya, sinerginya. Secara bersama, juga bergerak bagaimana kita seluruh masyarakat bisa menjauhi dan tidak menggunakan narkoba. Ini bagian komitmen yang ingin terus kami konsolidasikan dengan seluruh forkopimda provinsi dan kabupaten/kota. Tentu dengan seluruh elemen strategis di seluruh daerah," ujarnya.
Kapolda Ingatkan Bandar Tetap Produksi
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim Inspektur Jenderal Nico Afinta mengingatkan bahwa perang memberantas narkoba masih jauh dari selesai. Sindikat narkoba di seluruh dunia masih terus beroperasi. “Menurut data, bandar di seluruh dunia tidak akan berhenti membuat narkoba, sehingga diperlukan pasar untuk menjual barang-barang ini," ujar Nico saat memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Besuki Anti Narkoba dan Cinta NKRI, di New Sari Utama, Selasa (14/6).
"Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan dengan penduduk salah satu terbanyak di dunia menjadi pasar yang sangat penting. Menjadi sasaran para bandar narkoba. Jadi, kita harus waspada bahwa bandar dan seluruh organisasinya akan selalu mencoba memengaruhi kita semua. Menghadapi narkoba diperlukan kerja sama dan komitmen. Nomor satu adalah komitmen dulu," ujar Nico.
Dia pun percaya dengan komitmen masyarakat eks Karesidenan Besuki yang meliputi Kabupaten Jember, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo dalam memerangi narkoba. Nico sangat mendukung pembentukan struktur organisasi dan kontak personal yang mudah dihubungi untuk mencegah dan menindak kejahatan narkoba. Nico juga mengingatkan pentingnya mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kalau cinta, apa pun kita pertaruhkan. Jadi, Negara Kesatuan Republik Indonesia harus kita cintai dan kita pertahankan sampai mati, karena sekarang sudah banyak isu yang hampir sama dengan narkoba. Ini memengaruhi pikiran kita, pandangan kita, dan perilaku kita," pungkasnya. (jum/c2/nur) Editor : Safitri