BACA JUGA : Tetap Mangkrak, Bisa Jadi Monumen
Longsor 2018 lalu itu tentu saja menyisakan jurang sangat dalam. Terlebih lagi pengaman jalan yang longsor tersebut hanya memakai bambu. Padahal, jalan tersebut adalah akses menuju salah satu wisata unggulan milik Pemkab Jember, yaitu Hotel Rembangan.
Menurut Budi, warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, setiap hari banyak anak-anak berangkat sekolah melintas di jalan tersebut. Kondisi jalan juga ramai pengendara. "Ini jalan utama untuk menuju kota,” paparnya.
Walau jalan itu berbahaya, hal yang sangat disayangkan budi adalah pengaman. “Pagarnya masih pakai kayu,” paparnya. Dirinya juga menyayangkan karena jalan tersebut juga satu-satunya akses menuju wisata Puncak Rembangan. Bahkan, setiap akhir pekan banyak pengunjung yang melintas, sedangkan kondisi jalannya sangat membahayakan "Kalau ada mobil berpapasan, harus ada yang mengalah salah satunya," katanya. (mg4/c2/dwi)
Editor : Safitri