Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pagar dari Kayu Ala Kadarnya Jalan Rembangan

Safitri • Selasa, 7 Juni 2022 | 20:56 WIB
BERBAHAYA: Kondisi jalan ke arah wisata Puncak Rembangan masih memprihatinkan setelah diterpa longsor tahun 2018.
BERBAHAYA: Kondisi jalan ke arah wisata Puncak Rembangan masih memprihatinkan setelah diterpa longsor tahun 2018.
KEMUNING LOR, Radar Jember - Jalan raya menuju wisata Puncak Rembangan masih membuat pengendara waswas. Bukan soal jalan berlubang, melainkan kerusakan jalan akibat tanah longsor yang terjadi pada 2018. Sudah empat tahun lamanya longsoran tersebut tidak kunjung ada perbaikan.

BACA JUGA : Tetap Mangkrak, Bisa Jadi Monumen

Longsor 2018 lalu itu tentu saja menyisakan jurang sangat dalam. Terlebih lagi pengaman jalan yang longsor tersebut hanya memakai bambu. Padahal, jalan tersebut adalah akses menuju salah satu wisata unggulan milik Pemkab Jember, yaitu Hotel Rembangan.

Menurut Budi, warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, setiap hari banyak anak-anak berangkat sekolah melintas di jalan tersebut. Kondisi jalan juga ramai pengendara. "Ini jalan utama untuk menuju kota,” paparnya.

Walau jalan itu berbahaya, hal yang sangat disayangkan budi adalah pengaman. “Pagarnya masih pakai kayu,” paparnya. Dirinya juga menyayangkan karena jalan tersebut juga satu-satunya akses menuju wisata Puncak Rembangan. Bahkan, setiap akhir pekan banyak pengunjung yang melintas, sedangkan kondisi jalannya sangat membahayakan "Kalau ada mobil berpapasan, harus ada yang mengalah salah satunya," katanya. (mg4/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Jember #rembangan