Udara di lokasi air terjun begitu sejuk. Menurut Suyitno, pembabat air terjun Tancak, wisata air terjun tersebut dibuka pada tahun 2017 lalu. Awal dibuka sedikit pengunjung. Namun belakangan menjadi ramai. "Pertama kali dibuka pengunjung masih sedikit, mungkin karena belum diketahui banyak orang," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Tiket masuk ke lokasi itu pun cukup terjangkau yaitu Rp 5.000.
Dalam sehari, sebelum pandemi dulu, pengunjung yang datang bisa mencapai 250 sampai 300 orang. Namun, semenjak 2 tahun kemarin, wisatawan yang mengunjunginya turun drastis. Ditambah lagi saat itu ada kebijakan pemerintah terkait penutupan tempat wisata. "Pandemi kemarin ditutup total, karena akses menuju air terjun ini ditutup (harus melewati wisata Boma, Red)," imbuhnya.
https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/29/05/2022/air-terjun-tancak-belum-tersentuh-pemerintah/
Setelah kebijakan mulai dilonggarkan, pengunjung mulai berdatangan kembali tetapi tidak sebanyak pada saat sebelum ada korona. "Lebaran kemarin saja masih belum banyak pengunjung," timpalnya.
Menurutnya, air terjun Tancak ibarat surga yang tersembunyi di Kabupaten Jember. Tidak semua wisatawan berhasil menuju air tersebut, pengunjung harus berjalan kaki terlebih dahulu sepanjang 5 kilometer, karena jalan menuju air terjun tersebut masih berupa bebatuan dan semak belukar. "Tapi semisal wisatawan berani bawa sepeda sampai ke atas, kita sediakan parkir di sini, hanya saja jalannya cukup terjal dan berbahaya," jelasnya.
Jurnalis: Achmad Faiz
Fotografer: Achmad Faiz
Editor: Nur Hariri Editor : Maulana Ijal