Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pedas Gila, Cabai Sampai 15 Kilo

Maulana Ijal • Minggu, 22 Mei 2022 | 17:10 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Rasa-rasanya cabai sudah menjadi sahabat karib masyarakat sebagai sandingan atau pelengkap cita rasa makanan. Sampai-sampai, bagi pecinta pedas makan tanpa cabai rasanya seperti hambar.

Benar saja, kini bertebaran di mana-mana tempat makan yang menyajikan menu dengan cita rasa khasnya yang pedas. Ada yang menawarkan level atau tingkatan kepedasan. Ada pula yang memang benar-benar hanya menjual satu tingkat kepedasan makanan yang bisa diakui oleh penikmatnya.

BACA JUGA: Makanan Pedas Cocok Bersanding dengan Nasi Hangat
Photo
Photo


Sebut saja Warung Pedesan yang berada di jalan Sriwijaya,Karangrejo  yang menawarkan berbagai menu andalan. Ada tetelan sapi, paru, sayap, ceker, keong, gurita, dan ikan pe. Resep dan cara memasakanya seperti tumisan pada umumnya. Namun, dari cita rasa yang memiliki karakter  tersebut ternyata diimbangi dengan resep rahasia.

Koki sekaligus pemiliknya bernama Risky Alazhar. Dia adalah salah satu korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari salah satu perusahaan asuransi di Jember karena Covid-19. Dia awal tahun 2020, Bermula dari hobi makan pedas, Risky bersama sang istri membuka Warung Pedesan.

Segala macam menu yang ada, diracik dari tangan Risky secara langsung di rumah. Kemudian keesokan paginya, akan dimasak di warung olehnya dengan dibantu ketujuh karyawan yang juga para tetangganya sendiri. "Ada cabai pastinya dan bumbu jangkep (lengkap, red)," ungkapnya sedikit menjelaskan resep.

Setiap hari, warungnya bisa menghabiskan bahan baku sekitar enam hingga sepuluh kilo per-menunya. Dalam semua menu, cabai yang bisa dihabiskan sebanyak 15 kg. Meskipun harganya sedang naik, dia akan tetap menggunakan sejumlah cabai tersebut. "Tidak mau menghilangkan rasa khasnya yang memang pedas," ujarnya.

Menu yang ada, memiliki cara memasak yang hampir sama. Hanya saja berbeda pada tampilannya. “Ada yang berkuah dan ada yang tidak,” ujarnya. .

Seperti ikan pe yang dibuat berkuah santan. Kemudian gurita, sayap dan ceker ayam dijadikan berkuah tanpa santan yang banjir dengan gilingan cabai. Keong dan paru dimasak tanpa kuah. Semuanya dimasak hingga matang atau mendidih. 

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: Mega Silvia, Warung Pedesan/Foodies Jember for Radar Jember
Editor: Dwi Siswanto Editor : Maulana Ijal
#Kuliner #Headline