Menurutnya, sejak awal NU didirikan, khusus urusan agama. Para muazis pendiri NU belum berpikir untuk urusan lain selain keagamaan. Para kiai NU saat itu lebih memberdayakan diri untuk membimbing umat, khususnya dalam hal agama. Padahal tentang kesehatan juga sering dikeluhkesahkan kepada kiai. "Kalau sekarang NU mendirikan rumah sakit, ini merupakan bawaan dari tradisi kekiaian. Kiai ini rujukan bagi para jamaahnya. Apa saja juga me-wadul-kan (mengeluhkan, Red) tentang penyakit, juga segala macam hajat hidup. Jadi, wajar sekarang NU mendirikan rumah sakit,” ucapnya.
Lebih jauh, kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, itu menilai, NU sebagai organisasi juga memiliki tanggung jawab kepada masyarakat yang mempercayakan masa depan kehidupannya kepada NU. Sebab, berdasarkan survei mutakhir Alvara, hasilnya 50,5 persen dari seluruh penduduk muslim Indonesia mengaku sebagai pengikut NU.
Kendati tugas utama melayani umat sebenarnya ada di tangan pemerintah, namun NU, kata Gus Yahya, sifatnya adalah membantu program pemerintah. “Sekarang saatnya NU membantu pemerintah untuk pelayanan dasar bagi seluruh warga. Rumah Sakit NU ini bagian dari itu,” kata Gus Yahya.
Saat itu, Ketua PBNU itu hadir didampingi oleh Sekjen PBNU dan beberapa petinggi dari PCNU Jember. Juga terlihat Pimpinan Forkopimda Jember, termasuk di antaranya Bupati Jember Hendy Siswanto. "Ini niat yang luar biasa dari warga NU Jember. Kalau bisa izinnya RS ditandatangani sekarang, yang penting niatnya baik, hasilnya pasti baik,” kata Bupati Hendy.
Hendy yang turut hadir dalam acara tersebut juga mengatakan, pembangunan RSNU sangat ditunggu warga Jember. Bagi warga Jember, pendirian RSNU sangat berarti karena bed occupancy rate (BOR) atau kapasitas tempat tidur rawat inap dari 13 rumah sakit yang ada di Jember saat ini hanya 46,1 persen mampu memenuhi kebutuhan warga. “Jember minimal masih kekurangan 836 bed lagi. Jadi, kami sangat mendukung dan akan men-support penuh pendirian RSNU ini,” kata orang nomor satu di Jember itu.
Dia berharap, RSNU nanti bisa fokus pada beberapa praktik spesialis. Misalnya spesialis jantung dan kanker yang saat ini masih sangat kurang di Jember. “Kami akan support penuh. Mudah-mudahan tahun depan RSNU ini bisa diresmikan,” ujarnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin mengatakan, pembangunan RSNU ini merupakan kelanjutan dari pembentukan Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Jember, pada Januari 2022 kemarin. "Semoga ke depan RSNU ini akan semakin membawa manfaat untuk seluruh masyarakat luas," pungkas pria yang akrab disapa Gus Aab ini. (mau/c2/dwi) Editor : Safitri