Jajanan khas pandhalungan ini banyak diburu warga setiap momen mudik ampun saat Lebaran untuk oleh-oleh. Apalagi saat ada warga Jember ke luar kota, maupun orang luar yang datang ke Jember. Jajanan ini praktis, menyehatkan, mudah disimpan, dan tahan lama.
Deretan toko pusat oleh-oleh khas Jember di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, pun tetap ramai meski saat ini sudah Lebaran. Artinya, warga yang berburu jajanan khas itu bukan hanya sebelum Lebaran, namun saat Lebaran dan setelahnya diyakini tetap menjadi magnet di hati banyak orang.
Owner Pusat Oleh-Oleh Khas Jember Sumber Sumber Madu, Susilowati mengatakan, para pemudik kerap menyempatkan waktunya untuk menyisir makanan khas Jember ini. Pasalnya, mereka yang hendak pulang kampung selalu membawa makanan khas daerahnya masing-masing. "Jember sebagai Kota Pandhalungan dikenal dengan makanan khas suwar-suwir, wajar mereka memborong jenis oleh-oleh ini untuk keluarga di rumah," katanya.
Dengan variasi jenis yang ada, para pemudik dapat memilih sesuai selera masing-masing. Namun, suwar-suwir yang original tetap yang paling khas rasanya. "Kalau yang original itu rasa tapenya khas sekali, berbeda dengan yang sudah campuran," tutur Wati kepada Jawa Pos Radar Jember.
Menurutnya, inovasi makanan khas ini yang menjaga eksistensi suwar-suwir dari masa ke masa.
Para pencipta makanan ini menyulap menjadi beberapa rasa sesuai dengan selera lidah para pembeli. "Sekarang sudah banyak jenisnya. Ada yang rasa buah dan manisnya beda. Sesuai dengan selera pembeli mau yang gimana," bebernya.
Bagi pemudik asal Jember, suwar-suwir tetap menjadi makanan oleh-oleh wajib yang harus dibeli. Sebab, makanan ini sudah menjadi ciri khas berbahan dasar singkong yang disulap menjadi makanan unik dan menarik. "Dari tujuan berbagai kota di Indonesia banyak yang berbelanja ke sini. Bahkan yang mau ke Jakarta kemarin beli oleh-oleh suwar-suwir juga," pungkasnya. (mg4/c2/nur) Editor : Alvioniza