Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengatakan, umat Islam tidak semuanya beriman, atau belum sampai pada taraf keimanan. Dan sebaik-baiknya Islam adalah umat yang beriman. Sebutan beriman tidak berhenti pada keyakinan saja, namun dibuktikan dengan perbuatan. “Sudah jelas firman Allah SWT dalam Al Baqarah Ayat 183, ditegaskan di sana wajibnya berpuasa bagi orang-orang yang beriman,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Muslim yang beriman, tambah Gus Fawait, adalah mereka yang memenuhi perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. “Di bulan yang mulia ini, jangan sesekali melalaikan perintah Allah. Apalagi sampai meninggalkan, karena yang disebut beriman itu berada di garis kebenaran menurut Alquran,” tambahnya.
Namun, jika tanpa disengaja atau berhalangan, terdapat prosedur lain dari Alquran yang dipakai. Seperti kelemahan fisik seseorang dan kendala alam yang memaksa harus meninggalkan puasa. “Pada kondisi tertentu, seorang muslim bisa meninggalkan perintah-Nya,” katanya.
Hal demikian merupakan keindahan dalam Islam itu sendiri, sebagaimana agama yang tidak mempersulit para pengikutnya. “Di dalam Islam sama sekali tidak ada tuntutan harus sama, karena setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda. Namun, jangan sekali-sekali mengakali,” pungkasnya.
Pihaknya berharap agar umat Islam berbahagia menjalani perintah Allah SWT. Lebih-lebih di bulan Ramadan, alangkah baiknya diisi dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah, dengan segala cara yang dimiliki. “Berbuatlah sesuatu yang disukai oleh Allah SWT, agar kita semakin dekat dengan-Nya. Apalagi di bulan yang agung ini,” jelas Gus Fawait, Pengasuh Ponpes Nurul Chotib Ngampelrejo, yang juga cabang dari Ponpes Al Qodiri. (mg4/c2/nur) Editor : Safitri