| Baca Juga: Produksi Cincau Sehari Tembus 40 Ton |
Sering ditemui di pasar-pasar, tapi tidak banyak yang tahu bagaimana cara pembuatan cincau hitam yang mirip agar-agar ini. Jawa Pos Radar Jember menuju home industri pembuatan cincau hitam di daerah Jalan Teuku Umar VII, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan kaliwates.
Eko Juli Subariono pemilik UD Gading Joyo yang membuat cincau hitam tersebut menjelaskan proses produksi cincau hitam dari awal hingga akhir. Dia juga mengajak keliling mulai awal, bagaimana dari daun cincau kering menjadi cincau yang kenyal tersebut.
Dia menjelaskan, selain bahan dasar daun cincau kering, ada juga tepung tapioka, dan bahan pemisah sari pati. “Pertama dilakukan perebusan daun cincau kering dalam sebuah panci perebus. Ditambahkan pula bahan khusus untuk membantu proses ekstraksi. Ini dilakukan selama 3 sampai 4 jam,” paparnya.
Hal itu bertujuan untuk mengeluarkan sari pati dari daun cincau. Warna air rebusannya akan menjadi hitam seperti yang diharapkan. Selanjutnya, dilakukan penyaringan untuk memisahkan sari pati dengan ampasnya. “Proses ini bisa sampai 1 jam, sesuai dengan jumlah produksinya,” paparnya.
Bahkan, kata Eko, ampasnya bisa dimanfaatkan lagi. "Bisa untuk pupuk organik," kata pengusaha cincau hitam yang sudah dirintisnya selama 8 tahun itu.
Tahap berikutnya adalah, pencampuran tepung tapioka ke dalam saripati yang sudah disaring. Baru kemudian dilakukan perebusan akhir sebagai proses pematangan sari pati. Perebusan bisa memakan waktu 2 jam. Setelah selesai, dituang ke dalam wadah cetakan sambil menunggu proses penggumpalan. "Pembentukan menjadi gel 2 sampai 3 jam," papar Eko yang juga alumnus Akuntansi Universitas Jember.
Berbeda dengan cincau hijau, cincau hitam ini memiliki proses yang agak rumit. Pria kelahiran Muncar, Banyuwangi itu mendeskripsikan bagaimana perbedaan antara keduanya. Jika cincau hitam lebih tahan lama dan tidak mudah hancur, maka tidak dengan cincau hijau yang memiliki sifat sebaliknya. Bahan dasarnya pun berbeda. "Cincau hijau dari daun segar, prosesnya tidak rumit," jelasnya. Tanaman yang dipakai juga berbeda jenisnya.
Jurnalis: mg8
Fotografer: MEGA SILVIA
Editor: Dwi Siswanto Editor : Maulana Ijal