Salah satunya di sebuah warung yang berlokasi di jalan raya Rambipuji - Balung, Desa Curahmalang Kecamatan Rambipuji, atau sebelah selatan SPBU Rowotamtu Rambipuji.
| Baca Juga: Yuk Nikmatin Sate Khas Madura di Rambipuji dengan Harga Merakyat |
Menurut pihak pemilik warung, sate Madura banyak diminati berbagai kalangan karena rasanya yang menyatu dengan lidah kebanyakan orang, serta memiliki tekstur yang lembut. "Bahan dasar satenya sama, perbedaannya pada bumbu dan cara membakar," kata Rudi Hartono, pemilik kedai sate.
Untuk bumbu sate ayam sendiri, dia menggunakan jenis ayam potong dan meraciknya dengan berbahan dasar kacang serta kecap. Sementara untuk sate kambing, digunakan bumbu berbahan kacang, kecap, bawang putih, dan satu resep andalan yang diracik dengan bumbu-bumbu khusus. "Ini yang bikin beda rasanya, yang khas asal Bangkalan," kata Rudi.
Sementara saat pembakaran, masih menggunakan kipas kayu, kipas angin digunakan hanya untuk menyalakan bara api. Baik sate ayam maupun kambing sama-sama dibakar dua kali. Pembakaran awal, dari mentah menjadi setengah matang. Kedua kalinya, proses setengah matang menjadi matang . "Jadi ketika dihidangkan, sudah tidak perlu bumbu lagi dan dagingnya punel," imbuhnya.
Rudi menceritakan, resep sate Bangkalan itu sudah didapatkan cukup lama. Bahkan dari kakek dan buyutnya di Bangkalan, sudah banyak yang berjualan sate. Dari situ kemudian Rudi meneruskan usaha jual sate asal pulau garam itu, sejak tiga tahun lalu, ke kedainya, hingga berjalan sekarang.
Jurnalis: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Nur Hariri Editor : Maulana Ijal