Baca Juga : Dongkrak Wisatawan Melalui Pagelaran Seni Budaya
Dia menuturkan, usaha yang digelutinya saat ini sudah mencukupi kebutuhan keluarganya. Bahkan mencukupi kebutuhan pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi. "Sekarang masih ada yang kuliah di IAIN jember," ujar Murtilah.
Dirinya menjelaskan bahwa anaknya saat ini menempuh semester akhir di IAIN Jember yang saat ini sudah berubah status menjadi Universitas KH Achmad Siddiq (UIN Khas) Jember. Murtilah mengungkapkan, pada tahun 2004 dia masih memiliki tiga mesin jahit. Walau mesin jahit itu adalah sebuah barang produksi, namun Murtilah menganggap mesin jahitnya tersebut sebagai sahabat. Bahkan, tak jarang dirinya juga mendoakan mesin jahitnya tersebut. “Selain dirawat, saya doakan juga. Karena mesin itu sumber penghasilan keluarga,” paparnya.
Pada medio 2010 dirinya sudah mampu menambah tiga jenis mesin jahit lagi. Hingga saat ini, mesin tersebut masih digunakan dan mampu menjadi berkah bagi ekonomi keluarganya.
Dirinya mengakui bahwa sebelum adanya Covid-19, pesanan bisa menumpuk. Saat pandemi usahanya merosot tajam. “Namun, sekarang kembali normal,” jelasnya.
Dari usaha menjahit, dia juga mengembangkan peternakan sapi dan ayam. Walau pandemi melanda, Murtilah yakin suatu hari akan ada titik balik. “Semuanya ada yang mengatur. Saya percaya semuanya akan kembali lagi normal dan tentunya dengan doa dan usaha,” pungkasnya. (mg5/c2/dwi) Editor : Safitri