“Jenis kelaminnya perempuan. Saat itu, tubuhnya telah dirubung semut,” kata perempuan 50 tahun itu, kepada petugas kepolisian. Dia mengaku, penemuan ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (21/3). Bayi yang diduga lahir prematur itu terbaring di atas kantong plastik. Saat ditemukan, usianya diperkirakan baru sehari atau dua hari.
BACA JUGA: Warga Silo Geger Temukan Bayi di Kebun Kopi
Kapolsek Sumberbaru AKP Facthur Rahman menjelaskan, saat ditemukan tali pusar bayi tersebut sudah terpotong. Selanjutnya, oleh warga dibawa ke Puskesmas Rowotengah untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan, berat badan bayi itu hanya 1.300 gram dengan panjang 36 sentimeter. Ini cukup mungil untuk ukuran bayi yang lahir normal. “Diduga bayi tersebut lahir prematur. Diperkirakan usia kandungan delapan bulan,” terangnya, Rabu (23/3).
Kondisi bayi cukup memprihatinkan. Warna kulit kemerahan. Sedangkan pada tulang belakang terdapat benjolan. Untuk perawatan lebih lanjut, bayi tersebut kemudian dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember menggunakan ambulans desa dengan pengawalan dari perangkat desa setempat, serta petugas kepolisian. “Saat ditemukan, tali pusar bayi sudah terpotong. Dimungkinkan orang tua atau pembuang menginginkan bayi itu tetap hidup dan diasuh orang,” ujarnya.
Saksi pertama yang menemukan bayi itu, Sumiati, awalnya bersikeras ingin mengadopsi bocah mungil itu. Sebab, selama ini dirinya tidak memiliki anak perempuan. Namun setelah mendapat penjelasan oleh petugas, Sumiati dapat menerima dan menyerahkan semua ke RSD dr Soebandi. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Polsek Sumberbaru for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal