Pemilik toko itu adalah Umi Hanik. Perempuan asal Lingkungan Talangsari, Jember Kidul, itu menyebut, terobosan itu dilakukan karena banyak seragam anak SD sampai SMA.
Penjualan seragam sekolah dilakukan secara langsung dengan diecer. Dia pun bermitra dengan lembaga, yayasan, dan pondok pesantren. Baik di Kabupaten Jember maupun kabupaten lain seperti Bondowoso dan Situbondo. "Setiap tahun banyak yayasan dan pesantren memesan baju, bahkan hingga 500 baju," terang Umi Hanik kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa, (8/3).
Baju pesanan yang dikirim ke beberapa pembeli, menurutnya, masih bisa dikembalikan atau ditukar jika ada yang tidak sesuai. Sebab, pesanan yang banyak dari sekolah itu kadang tidak disertai dengan data siswanya. "Pesanan terakhir dari Puger, sebanyak 50 setel," terangnya. (mg5/c2/nur) Editor : Safitri