Kasus kematian anggota PSHT yang diduga karena latihan silat bukan saja terjadi kali ini. Sebelumnya, Rabu (9/6) 2021, pria berinisial FA asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tempurejo juga meninggal karena diduga hal serupa. Hal ini tentu menjadi bagian penting untuk meninjau pola latihan perguruan silat tersebut. Paling tidak, keselamatan jiwa selama berlatih menjadi hal utama yang jauh lebih penting dibandingkan yang lain.
Kapolsek Wuluhan, AKP Solekhan Arif menjelaskan, korban bersama temannya latihan silat Sabtu (19/2) sejak pukul 20.00 hingga pukul 23.00. “Latihannya di halaman rumah Nur Zubaidilah, warga Dusun Sumberejo, Desa Glundengan," kata Kapolsek Wuluhan kepada Jawa Pos Radar Jember.
Pada saat itu, korban bersama rekannya latihan mulai dari pemukulan terhadap korban dan anggota yang lain. “Korban ini bersama tiga orang temannya tidak membawa siswa baru pada saat latihan silat PSHT. Dimana, hal-hal tersebut merupakan suatu perintah,” katanya.
Setelah latihan, pukul 01.30 seluruh anggota mulai istirahat. Siapa sangka, saat itu lah korban tidak sadarkan diri. Kejadian itu kontan membuat anggota dan teman korban panik. Kemudian, teman korban berinisial AR dan RK langsung membawa korban dengan sepeda motor menuju ke RSD Balung.
“Saat ditangani tim medis, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Korban diduga meninggal 15 menit sebelum sampai di RSD Balung,” kata AKP Solekhan Arif mantan KBO Reskrim Polres Jember tersebut.
Sementara itu, dugaan meninggalnya FA yang karena latihan berat tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Hingga berita ini ditulis, setidaknya ada sejumlah saksi yang diminta keterangannya oleh kepolisian. “Tujuh saksi sudah diperiksa, kasusnya dalam penyelidikan,” pungkasnya.
Jurnalis : Jumai
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri Editor : Safitri