Menurut Purwoto, Pengawas Bibit Ternak Dinas Peternakan, sapi yang melewati masa usia bunting tersebut akan sulit melahirkan. Nah, apabila gejala itu diketahui, sedini mungkin agar menghubungi petugas kesehatan hewan (puskeswan).
Dikatakan, jika janin dibiarkan dalam kandungan dan tidak segera dikeluarkan, maka induk sapi juga akan ikut mati karena janin bisa membusuk di perut sapi. “Peternak harus rajin memantau. Bila melebih dari batas waktu, telepon atau cukup kirim WA ke Dinas Peternakan. Petugas langsung mendatangi rumah warga,” kata Purwoto. Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu menambahkan, sapi susah untuk melahirkan karena beberapa hal. Seperti sungsang atau posisi dalam kandungan tidak normal. Bisa pula sapi tersebut terlilit usus, sehingga saluran pernapasan terganggu.
Terpisah, Rencong Dwi Putra dari Puskeswan Ambulu mengatakan, ketika sapi hendak menjalani operasi, maka sapi tersebut dibius terlebih dahulu. Dokter hewan itu menyebut, operasi akan berlangsung cukup singkat. Tidak lebih dari 30 menit. “Untuk memudahkan dan memperlancar pelaksanaan operasi, maka bulu-bulu sapi di sekitar bagian perut terlebih dahulu dibersihkan. Alhamdulillah, selesai dioperasi Caesar, janin sapi bisa diselamatkan, termasuk induk sapi,” ungkap Rencong.
Ia menuturkan, ketika dikeluarkan dari dalam perut sapi betina oleh puskeswan, anak sapi memilik berat normal sekitar 45 kg. kemudian, selang berapa menit, anak sapi tersebut bisa berdiri, kemudian berjalan meski lahir melalui operasi Caesar.
Reporter : Winardyasto/Radar Jember
Fotografer : Dinas Peternakan For Radar Jember
Editor : Nur Hariri/Radar Jember Editor : Ivona