Seperti hujan kemarin (17/1), membuat sebuah jembatan di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, ambruk. Banjir di Klungkung terjadi waktu sore atau menjelang Magrib. Dalam sebuah video yang beredar terlihat kepanikan warga yang menjadi saksi mata akan hanyutnya sebuah jembatan akibat terseret luapan arus sungai. Tak lama, puing-puing jembatan hilang tanpa pamitan. "Tadek lah (habis sudah, Red)," ucap warga setempat. Warga lain pun ada yang teriak-teriak.
Selain itu, Kali Jompo Jember juga menunjukkan intensitas debit air yang cukup besar. Akibatnya, parkiran di Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, juga digenangi air. Termasuk halaman parkir rumah Bupati Jember Hendy Siswanto.
Kepungan banjir di jantung Jember, tepatnya di Kampung Ledok, juga cukup mengkhawatirkan. Ketinggian air bahkan ada yang mencapai dada orang dewasa. Petugas dari BPBD Jember, TNI, Polri, serta sejumlah relawan pun turun ke sejumlah lokasi untuk melakukan pemantauan dan pengamanan. Bupati Hendy juga sempat memantau insiden banjir di kampung kelahirannya itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Jember Sigit Akbari menyampaikan, petugas BPBD terus melakukan pemantauan serta membantu warga yang terdampak banjir. Data sementara di Kampung Ledok, ada sekitar 30 rumah yang terdampak. "Ada empat keluarga yang mengungsi karena kondisi air cukup tinggi. Paling tinggi sampai ke dada," tegasnya. BPBD, lanjut Sigit, juga terus berada di lokasi dan mengimbau warga agar tetap berhati-hati.
Fenomena banjir tahun ini pun sudah memakan korban jiwa. Selain itu, genangan air juga telah merangsek masuk ke rumah warga seperti di Perumahan Bumi Mangli Permai. Guna menghindari agar tidak ada banjir serupa, perlu gerakan bersama untuk mencegah banjir.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Jember Budi Wicaksono menjelaskan, perlu gerakan bersama untuk mencegah banjir. Menurutnya, untuk urusan rencana detail tata ruang (RDTR) sangat penting, tetapi butuh waktu lama. "Hal paling mendesak saat ini mencegah banjir. Bagaimana mengatasi agar saluran irigasi dinormalkan," ulasnya.
Pentingnya gerakan bersama untuk mengatasi banjir juga disampaikan Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi. Menurutnya, banjir sudah terjadi beberapa kali. "Perlu dilakukan kajian komprehensif, di hulu ini ada apa, masa setiap musim hujan banjir," ucapnya.
Secara kelembagaan, DPRD juga akan mendukung langkah-langkah bupati untuk mengatasi banjir, termasuk dukungan kebijakan politik anggaran. "Saya minta kepada Pak Bupati, banjir ini harus diperhatikan betul. DPRD siap mendukung, termasuk dukungan anggaran tahun depan. Penanganan banjir ini tidak bisa dengan cara sporadis, harus komprehensif dari hulu ke hilir," pungkasnya.
Reporter : Nur Hariri/Radar Jember dan Maulana/Radar Jember
Fotografer : Dwi Siswanto/Radar Jember
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti/Radar Jember Editor : Ivona