Sekretaris IPSI Jember Hasyim Arif mengatakan, IPSI Jember memang menjadi induk organisasi pencak silat. Namun, dia menegaskan, tidak semua perguruan silat adalah anggota IPSI. Sebab, ada perguruan silat dibentuk masih mempertahankan tradisi leluhur dan mengarah ke kesenian saja. Sedangkan IPSI arah tujuannya adalah olahraga.
Karena itu, kata dia, bila ada kerusuhan, pertikaian, hingga kegiatan ke arah anarkis yang melibatkan anggota perguruan silat tertentu, IPSI tidak bisa berbuat banyak dalam memberikan sanksi ataupun membubarkan perguruan silat. “Selama kerusuhan antaranggota perguruan silat berada di arena pertandingan olahraga pencak silat, itu tanggung jawab IPSI. Tapi, kalau kerusuhan di luar laga silat, maka perbuatan itu diserahkan ke pihak berwajib,” ucapnya.
Termasuk, kata dia, IPSI juga tidak bisa membubarkan perguruan silat yang sering berbuat onar maupun yang mengarah ke aksi kriminalitas. “Yang bisa membubarkan, ya, pemerintah. IPSI bertanggung jawab sepenuhnya dalam kegiatan olahraga resmi dari IPSI,” terangnya.
Sebelumnya, IPSI Jember mengumpulkan beberapa ketua perguruan silat yang melakukan penguatan dan kesepakatan. Salah satu poinnya, bila ada anggota salah satu perguruan silat terlibat pengeroyokan, kerusuhan, atau lainnya, maka segera komunikasi ke IPSI Jember, silahturahmi, serta membuat laporan kejadian. Selain itu, juga ada larangan memberikan dukungan massa terhadap anggota yang ditetapkan tersangka dan menghormati jalannya proses hukum.
Dalam rapat itu juga ada penjelasan tentang bagaimana kepindahan anggota, yaitu wajib punya surat kepindahan dari perguruan asal dan dilaporkan. Juga ada poin dilarang melarang atau menghentikan kegiatan atau pembukaan tempat latihan baru oleh perguruan silat lainnya. Sebelumnya, akhir Desember kemarin, kembali terjadi kasus pengeroyokan anggota perguruan silat terhadap anggota perguruan silat lainnya hanya karena soal sepele. Gara-gara atribut. (dwi/c2/rus) Editor : Ivona