Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Isu Tsunami Bikin Warga dan Nelayan di Puger Resah

Alvioniza • Rabu, 22 Desember 2021 | 00:24 WIB
ABSEN MELAUT: Seorang nelayan memeriksa perahunya yang terparkir di area tambatan perahu di kawasan Dermaga Puger. Nelayan banyak yang tidak melaut sementara waktu akibat santernya isu tsunami.
ABSEN MELAUT: Seorang nelayan memeriksa perahunya yang terparkir di area tambatan perahu di kawasan Dermaga Puger. Nelayan banyak yang tidak melaut sementara waktu akibat santernya isu tsunami.
PUGER.RADARJEMBER.ID– Sebagian warga dan nelayan di Kecamatan Puger resah gara-gara santernya isu tsunami. Keresahan ini mulai muncul pascaterjadi gempa, Kamis (16/12) lalu. Apalagi, dua hari setelahnya, keluar surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) tentang potensi gelombang tinggi. Oleh warga, surat tersebut dipahami sebagai peringatan akan terjadi gelombang tsunami.

Akibatnya sejumlah warga di Dusun Besini, Desa Puger Kulon, dan beberapa dusun yang lain ada yang sampai meninggalkan rumah untuk antisipasi. Mereka menempati rumah-rumah saudaranya yang jauh dari pantai. “Yang lebih resah lagi surat edaran BMKG tersebut tersebar lewat group WA. Itu lengkap dengan hari dan tanggalnya (terkait potensi gelombang tinggi, Red),” kata Johan, pengurus RW I Dusun Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Menurutnya, banyak warganya yang sudah pergi setelah ada dua kali gempa di wilayah Puger. Warga mengungsi di rumah keluarganya seperti di Semboro, Bangsalsari, Balung, dan Rambipuji. "Mudah-mudahan tidak terjadi tsunami sungguhan dan hanya isu saja. Tapi dengan isu tersebut warga saya benar-benar panik dan takut,” ungkap Johan saat ditemui di rumahnya, Selasa (21/12).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah beredarnya surat dari BMKG ini banyak nelayan yang tidak berangkat melaut. Kalaupun ada yang berangkat, mereka tidak sampai jauh dan hanya di sekitaran Pantai Puger saja.

Sukidi, nelayan asal Puger ini mengaku, memilih memarkirkan perahunya dan berhenti melaut untuk sementara waktu. Demi mengisi waktu senggang dia gunakan untuk memperbaiki perahunya. Selain itu, kata dia, nelayan tidak berangkat karena edaran dari BMKG itu menyebutkan kalau tanggal 21 Desember akan terjadi tsunami.

Kepala Desa Puger Kulon Nurhasan menjelaskan, sebenarnya tidak semua warganya termakan isu tsunami tersebut. Hanya sebagian kecil saja. Sejauh ini, dia berkata, situasi dan kondisi di desanya masih cukup tenang. Tidak ada kepanikan yang berlebihan. “Tidak ada apa-apa. Mudah-mudahan aman dan tenteram terus,” tuturnya.

Sebenarnya apa edaran BMKG tersebut bukanlah peringatan tentang tsunami, melainkan potensi gelombang tinggi. Tak hanya di selatan Jawa, tapi juga beberapa tempat lain. Seperti perairan utara Sabang hingga perairan utara Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna. Tinggi gelombang diprediksi antara 2,5 meter hingga 4 meter. Namun oleh warga, peringatan tersebut dimaknai sebagai pemberitahuan akan terjadinya gelombang tsunami. (*)

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Alvioniza
#Jember #tsunami #Pantai