Saat itu, korban yang diketahui bernama Rahmatullah, mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ), tiba-tiba didatangi oleh sekitar delapan orang tak dikenal, persis di depan kontrakannya. Korban dan terduga pelaku sempat terlibat adu mulut karena korban dianggap mengenakan atribut salah satu perguruan silat yang ada di Jember.
Umar Badawi, salah seorang saksi mata, menceritakan, setelah keduanya terjadi keributan, korban seketika mendapat pukulan dari para pelaku. "Sempat adu mulut, karena korban dinilai bukan anggota PSHT, tapi menggunakan atribut PSHT Jember. Dari situ cekcok sampai kemudian korban dipukul oleh para pelaku," kata Umar.
Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka memar di sejumlah bagian kepala. Merasa tidak terima, korban melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres Jember, kemarin (28/11). "Alhamdulillah, tadi kami sudah membuat laporan dan diterima oleh Polres Jember. Kami berharap segera diproses," ucap Umar, seusai mendampingi korban membuat laporan di SPKT Polres Jember.
Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat itu berpotensi kembali memicu permasalahan yang melibatkan oknum perguruan silat. Sebab, sebelumnya sempat mencuat tuntutan pembekuan aktivitas perguruan silat yang kerap membikin onar. Bahkan, sampai direspons oleh DPRD dan Bupati Jember. Setelah lama mereda, kini bergejolak lagi.
Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas Polres Jember Iptu Brisan Imman membenarkan terkait laporan kasus penganiayaan tersebut. Pihaknya memastikan laporan tersebut bakal ditindaklanjuti. "Iya, tadi siang (kemarin, Red) ada laporan terkait kasus penganiayaan tersebut. Baru masuk di SPKT. Masih tahap proses, tentunya nanti ditindaklanjuti," jelasnya.
Reporter : Maulana/Radar Jember
Fotografer :
Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember Editor : Ivona