Salah satunya, seperti yang dirasakan Andi, pemilik bengkel sekaligus pecinta sepeda yang berlokasi di Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates Jember. Menurut dia, meski berada di area perumahan warga, setiap hari bengkelnya tak pernah sepi akan pengunjung.
Peningkatan jumlah restorasi sepeda semakin naik sejak awal pandemi begitupun juga di Jember. Setahun berlalu, jumlah restorasi kembali menurun. Namun, memasuki PPKM pada Juli lalu, sebagian pelanggan lamanya lagi-lagi datang untuk memperbaiki sepeda. "Kalau awal-awal dulu, banyak orang baru yang memperbaiki sepeda. Lama kelamaan, cuma yang penghobi saja," tuturnya.
Sebagian penghobi sepeda di Jember biasanya lebih memilih membeli sepeda lama atau bekas jika dibandingkan dengan yang baru. Sebab, mereka bisa mengganti sebagian rangka sepeda di bengkel restorasi sesuai dengan ukuran dan kualitas yang mereka inginkan. Tentu, rangka yang bekas akan relatif lebih murah. "Kalau yang mengerti sepeda, pasti pilih yang second. Soalnya, yang baru belum tentu pas waktu dipakai, yang penting kan nyaman dipakai," ujarnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada beberapa sepeda yang terparkir di halaman rumah Andi. Sebagian ada pemiliknya dan menunggu giliran untuk diperbaiki. Sebagian lagi, sengaja ditinggal dan menunggu kabar dari Andi kalau sepedanya telah selesai diperbaiki alias siap dipakai lagi.
Tak sendiri, Andi terkadang ditemani oleh salah seorang kawan yang juga hobi bersepeda untuk merestorasi sepeda milik pelanggannya di Jember. Namun, selagi bisa ditangani sendiri, dia memperbaiki puluhan sepeda yang sedang ditunggu pemiliknya itu. "Ada yang bilang nggak cocok kalau bukan tangan saya yang benerin, padahal sama saja. Cuma, demi kepuasan pelanggan, saya turuti dengan senang hati," ungkapnya sambil tersenyum.
Sejauh ini, rata-rata pelanggan setianya di Jember adalah teman-teman gowesnya. Selain itu, juga banyak dari kalangan perkantoran yang datang secara rombongan. Ada juga pelanggan yang datang karena dapat informasi dari teman ke teman.
Andi mengaku tak pernah mempromosikan bisnis yang dia jalani. Namun, beberapa pelanggan yang menyebar informasi melalui sosial media. "Setahu saya, di Jember masih jarang bengkel restorasi. Makanya lumayan banyak yang ke sini,” imbuhnya.
Reporter : Delfi Nihayah/Radar Jember
Fotografer : Delfi Nihayah/Radar Jember
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti/Radar Jember Editor : Ivona