Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rekomendasi Wisata Jember Paska Pandemi

Ivona • Senin, 4 Oktober 2021 | 17:30 WIB
RAMAI: Kawasan wisata edukasi pengelolaan sampah di TPA Pakusari kini mulia dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Sebelum ini, tempat tersebut sangat sepi, terutama pada masa PPKM level 4 dan 3.
RAMAI: Kawasan wisata edukasi pengelolaan sampah di TPA Pakusari kini mulia dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Sebelum ini, tempat tersebut sangat sepi, terutama pada masa PPKM level 4 dan 3.
PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – Setelah lebih dari dua tahun mati suri, wisata edukasi pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari kini kembali menggeliat seusai direlokasi. Meski tak ada wahana seperti di wisata-wisata lain, namun ratusan pengunjung terus berdatangan setiap harinya.

Uniknya, wisata ini dilengkapi dengan replika dinosaurus dan motor raksasa setinggi tiga meter yang terbuat dari ban bekas. Kemudian, rumah botol yang terbuat dari botol minuman bekas dan kafe berhiaskan kerajinan dari barang-barang bekas.

Aziz, salah satu petugas TPA, mengatakan, keramaian pengunjung bermula sejak momentum peringatan Hari Bersih-Bersih Sedunia yang dilaksanakan pada 18 September lalu. Sebab, pada hari tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto mengajak masyarakat untuk turut membersihkan lingkungannya, termasuk TPA Pakusari. "Mulai didatangi Pak Bupati, keesokannya itu tambah ramai. Semakin hari semakin banyak yang datang," tuturnya.

Istimewanya, di tempat ini pengunjung tidak dipungut biaya sedikit pun alias gratis. Kecuali biaya parkir yang hanya sebesar Rp 2 ribu. Di lahan seluas 1,7 hektare itu pengunjung juga dapat berswafoto di spot-spot foto yang telah disediakan tanpa membayar. Mereka juga dapat menyaksikan proses pengolahan atau daur ulang sampah, dan pembuatan kerajinan dari sampah. Hasil kerajinan itu juga dijual dengan harga murah kepada para pengunjung yang datang.

Andini Syafa, salah satu pengunjung asal Kecamatan Kaliwates, mengaku bangga terhadap adanya wisata edukasi sampah tersebut. Menurut dia wisata ini sangat cocok bagi pelajar, khususnya memasuki pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah digelar oleh sebagian lembaga pendidikan.

"Kalau buat anak-anak sekolah, saya rasa ini sangat recommended. Karena bisa belajar melihat pengolahan sampah juga jadi barang yang berguna. Bisa berwisata sambil belajar nanti di sini," ujarnya.

Reporter : Delfi Nihayah

Fotografer : Delfi Nihayah

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona
#sampa #Headline #TPA