Namun, ini bukanlah motor sesungguhnya, melainkan replika yang dibangun dari barang bekas. Tingginya mencapai tiga meter. Motor berwarna merah terkesan gagah itu terbuat dari ban bekas. Terletak tidak terlalu jauh dari patung dinosaurus.
Ya, TPA Pakusari kini bukan hanya menampung sampah. Namun, juga menjadi tempat wisata edukasi pengelolaan sampah. Tidak mengherankan bila tempat itu kini ramai dikunjungi orang, bahkan mereka datang dari berbagai kota di Jawa Timur.
“Motor Harley Davidson ini terbuat dari ban bekas motor, ban bekas kendaraan alat berat, besi bekas, dan kawat. Tingginya tiga meter dan selesai dalam waktu satu minggu,” ungkap Koordinator dan Pengawas Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember RM Masbut.
Masbut mengatakan, motor gede dari ban bekas itu digarap oleh delapan orang pegawai dinas tersebut di bengkel TPA Pakusari. Kemudian, dipindahkan oleh 30 orang menggunakan bambu ke zona pasif TPA.
Sugiono, pembuat motor Harley Davidson, mengungkapkan, butuh ratusan ban bekas dengan berbagai ukuran untuk membuatnya.
Dia juga membuat replika hewan purba dinosaurus setinggi tujuh meter dan panjang 13 meter. Membutuhkan 1.800 ban motor bekas dan memakan waktu lebih lama untuk bisa dirampungkan ketimbang Harley Davidson.
“Sebanyak 300 ban motor bekas dibeli dari bengkel sekitar TPA Pakusari untuk bahan replika Harley Davidson. Alhamdulillah semua saya lakukan secara autodidak dan tidak ada hambatan. Dan bisa diselesaikan tepat waktu,” terang Sugiono.
Berkat tangan Sugiono tersebut kini lokasi TPA Pakusari kian menarik. Hal itu menjadi alasan tersendiri bagi wisatawan datang ke tempat tersebut. Namun demikian, TPA Pakusari tetap memberlakukan aturan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, baik untuk wisatawan maupun pegawai.
Reporter : Winardyasto
Fotografer : Winardyasto
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona