Kejuaraan Tenis Disway di Surabaya yang berlangsung 23–29 September mendatang akan menjadi kompetisi pertama bagi petenis Jember sejak pandemi Covid-19. Sebelumnya, sejumlah petenis andalan Jember dilarang untuk mengikuti kompetisi persahabatan yang digelar kabupaten lain. “Sebelumnya, kami memang larang anak-anak mengikuti laga persahabatan. Karena kami tuan rumah dan memiliki materi bagus, maka rawan dicuri informasinya,” ucap Heri Riono, pelatih tenis Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember.
Alasan mengapa 16 atlet yang lolos seleksi tersebut bakal terjun semua di Surabaya tersebut, tidak lain karena petenis yang disiapkan untuk Porprov turun semua. Sehingga tujuan utama mengikuti kompetisi tersebut adalah mengukur sejauh mana kualitas petenis Jember. “Dari kompetisi di sana, kami bisa memantau petenis dari daerah lain,” imbuhnya.
Secara matematis, di atas kertas petenis Jember, khususnya putri, lebih diunggulkan. Namun, sebagai pelatih, dia juga ingin menumbuhkan kembali atmosfer pertandingan dan mengetahui kelemahan yang dimiliki atletnya. “Dari pertandingan itu kami akan evaluasi, khususnya kelemahan, dan masih ada waktu untuk memperbaiki,” tuturnya.
Menurutnya, daerah yang juga dijadikan perhatian oleh Heri adalah Blitar. “Kalau Blitar itu rata kualitasnya. Makanya, saya juga ingin tahu lebih dekat bagaimana kualitas petenis dari Blitar,” tuturnya.
Langkah tersebut dipakai juga sebagai cara mempermulus mencapai target juara umum cabor tenis di Porprov Jatim 2022 mendatang, seperti mengulang sukses keluar sebagai juara umum cabor dalam Porprov Jatim 2013 di Madiun.
Sementara itu, Ketua Pelti Jember Soetriono menambahkan, 16 atlet yang lolos itu juga terdapat pemain pelapis. “Petenis pelapis juga kami siapkan. Mereka juga diterjunkan ke Surabaya, karena telah lama tidak merasakan suasana pertandingan,” terangnya.
Chofifah Indar Paraswati, petenis putri Jember yang meraih emas di nomor ganda putri bersama Fauziah pada Porprov Jatim 2019, mengaku rindu dengan kompetisi. “Selama ini latihan, juga perlu tahu bagaimana hasil latihan tersebut dengan ikut kompetisi,” pungkasnya.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona