Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Seorang Pria Mengaku Terlibat Dalam Kegiatan Penjamas Keris

Ivona • Kamis, 19 Agustus 2021 | 18:19 WIB
RITUAL TAHUNAN: Proses memandikan keris agar bersih dari karat. Ritual ini sebagai bagian dari melestarikan budaya.
RITUAL TAHUNAN: Proses memandikan keris agar bersih dari karat. Ritual ini sebagai bagian dari melestarikan budaya.
KEMUNINGSARI KIDUL, RADARJEMBER.ID – Memasuki bulan Muharam atau Sura dalam penanggalan Jawa menjadi berkah tersendiri bagi para penjamas keris. Sebab, orderan mencuci keris meningkat tajam dibanding hari-hari biasanya.

"Kalau hari-hari biasa hitungan jari. Kalau saat Muharam atau Suro, bisa puluhan keris," terang Paysu, penjamas keris asal Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah.

Keris-keris yang ia mandikan biasanya berasal dari para pencinta keris, kolektor, hingga benda-benda pusaka yang dikeramatkan dengan harga melangit. Tidak hanya keris, ada juga tombak, rencong, dan benda-benda pusaka lainnya. "Biasanya permintaan menjamas itu dari luar daerah. Seperti Bali, Banyuwangi, Surabaya, dan daerah lainnya. Mereka mengirimnya melalui paket," tambahnya.

Ramainya permintaan menjamas keris itu telah berlangsung sepekan lalu, dan puncaknya pada malam 1 Muharam atau 1 Sura yang bertepatan dengan Selasa (10/8) lalu hingga 10 hari berikutnya, atau sampai Jumat (20/8) besok. Kata Paysu, sebenarnya tidak ada kewajiban harus di bulan Sura, karena penjamasan itu bisa dilakukan setiap hari. "Niatnya untuk melestarikan saja, dan kebetulan bulan Muharam atau Suro ini dipilih karena sering ada kegiatan jamas masal," jelas pria 42 tahun ini.

Paysu mengaku tidak mematok harga pasti untuk setiap keris-keris yang telah ia sucikan. Ia juga mengaku, menjamas keris dinilainya tidak sekadar menjadi sumber rejekinya. Tapi, juga bentuk kecintaan dalam pelestarian budaya di Indonesia. "Sejak SD saya menjamas keris, sebagai bentuk kecintaan saya dalam melestarikan warisan budaya ini," tukasnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona
#Headline #Kesenian #Budaya