Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Wiwik Supartiwi mengatakan, penyandang disabilitas dan ODGJ juga mendapatkan vaksin. Untuk kebutuhan vaksin disabilitas tersebut setidaknya membutuhkan 3.813 dosis. “Untuk vaksin disabilitas sudah dilakukan oleh kepolisian,” terangnya.
Sementara itu, untuk ODGJ yang terdaftar baru 524 jiwa saja. Masih ada 1.883 yang belum terdaftar, karena belum punya Nomor Induk Kependudukan atau NIK. Dia menjelaskan, vaksin Covid-19 yang diterima untuk disabilitas dan ODGJ adalah produksi Sinopharm. “Bukan Sinovac, tapi Sinopharm,” paparnya.
Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Heriyanto H Manurung menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi bagi penyandang disabilitas dan ODGJ di Jember itu merupakan koordinasi yang dilakukan dengan Pemprov dan Polda Jatim. Terkait adanya penyandang disabilitas yang mengalami kendala saat vaksin, kata Jimmy, anggota Polwan Polres Jember juga ikut memberikan pendampingan untuk membantu proses vaksinasi agar dapat berjalan baik.
Dari data kepolisian, tambah dia, ada sekitar 3.800 penyandang disabilitas, sedangkan ODGJ ada sekitar 2.407 orang. Tapi secara rinci yang memiliki NIK untuk ODGJ hanya 524, sedangkan yang belum memiliki NIK ada sebanyak 1.883 orang.
Sementara itu penyandang disabilitas Kusbandono yang juga Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Jember menambahkan, untuk vaksinasi untuk disabilitas juga telah dilakukan secara door to door. “Polisi datang ke rumah, vaksin door to door. Sebelumnya juga ada yang datang di Gedung Bhayangkara,” paparnya. Sebelum ini penyandang disabilitas juga telah divaksin, namun hanya untuk atlet NPCI, sebelum berkompetisi di Surabaya.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Kusbandono For Radar Jember
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona