Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ternyata Pemuda Yang Coba Bunuh Diri Itu Seorang Difabel. Begini Alasannya

Ivona • Rabu, 11 Agustus 2021 | 23:50 WIB
SELAMAT: Tangkapan layar video dari Dwi Atmoko Damkar Jember. Potongan video itu memperlihatkan ada warga yang mencoba bunuh diri di papan reklame JPO depan BCA Jember, Senin malam (9/8).
SELAMAT: Tangkapan layar video dari Dwi Atmoko Damkar Jember. Potongan video itu memperlihatkan ada warga yang mencoba bunuh diri di papan reklame JPO depan BCA Jember, Senin malam (9/8).
KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Faris, warga Jalan Melati, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, membuat kaget keluarga dan warga. Sebab, pemuda Jember 20 tahun tersebut melakukan percobaan bunuh diri dengan naik ke atas papan reklame di jembatan penyeberangan orang (JPO). Walau Faris selamat tidak jadi bunuh diri, namun tindakan emergency semacam itu di Jember dianggap belum siap. Sebab, tim penyelamat tidak memiliki peralatan memadai.

Komandan Regu B Damkar Jember Dwi Atmoko mengatakan, dirinya mendapatkan kabar adanya warga yang ingin mengakhiri hidup dengan bunih diri di atas papan reklame tersebut dari kepolisian. “Pukul 22.41 kami ditelepon Humas Polres Jember,” ucapnya.

Photo
Photo
Dwi Atmoko For Radar Jember

Pemuda yang coba bunuh diri yang diketahui depresi akibat patah hati tersebut membuat Dwi Atmoko dan rekan-rekan damkar masih mencari solusi terbaik bagaimana mengatasi hal darurat semacam bunuh diri itu seandainya terjadi di kemudian hari. Sehingga tindakan semacam itu bisa dicegah dan tim rescue bisa melakukan penyelamatan. “Baru pertama kali ini. Kami diskusi bagaimana caranya,” katanya.

Pihak keluarga yang bersangkutan juga menelepon untuk datang dan membujuk. Dalam proses membujuk bersama keluarga tersebut, kata dia, baru diketahui Faris adalah penyandang disabilitas. “Difabel itu, bisu dan tuli,” terangnya.

Karena tidak memiliki peralatan memadai, petugas damkar, kepolisian, satpol PP, hingga warga bergotong royong untuk mencari terpal dan kasur lipat. “Kasur lipat dan terpalnya milik warga,” jelasnya.

Dengan membawa tali, anggota damkar memilih untuk memanjat papan reklame untuk bunuh diri tersebut. Susah payah petugas yang naik papan reklame dengan tinggi lebih dari 20 meter itu hampir saja gagal. Dwi Atmoko dan warga juga gemetar dan teriak histeris kala Faris berdiri dan memberi hormat. “Saya kira, kami gagal. Karena seperti mau loncat. Sebab, (Faris, Red) berdiri dan memberikan hormat,” tuturnya.

Seluruh warga yang menyaksikan itu kemudian bernapas lega saat Faris bisa diamankan dan turun melalui rappelling dengan tali. Dwi Atmoko menjelaskan, walau damkar adalah pemadam kebakaran, namun untuk hal-hal semacam itu sejatinya harus siap dan sigap. “Penanganan hewan buas, terjepit cincin, damkar, ya, sigap membantu,” terangnya.

Menurut dia, kasus percobaan bunuh diri dari ketinggian itu adalah yang pertama di Jember. Untuk kejadian tersebut, peralatan damkar masih minim bila ada kejadian yang sama di belakang hari. Sebab, untuk melakukan penyelamatan, alat yang dibutuhkan setidaknya ada kain kanvas. Alat itu ditempatkan di bawah untuk meminimalisasi risiko meninggal bila yang bersangkutan loncat dari ketinggian. “Kalau di kota besar itu ada truk dan memiliki sebuah tangga hidrolis dan juga ada jaring. Jadi, saat meloncat, bisa masuk ke jaring,” paparnya.

Dwi Atmoko mengaku, sebelumnya pernah melakukan pelatihan vertical rescue. Dan ternyata ilmu yang didapat tersebut bermanfaat. “Baru kali ini vertikal rescue dipakai dan bermanfaat juga,” pungkasnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Atmoko For Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona
#Headline #Peristiwa #Disabilitas