Hal ini mengindikasikan ada pencapaian positif yang menghasilkan terkait dengan penanganan Covid-19 di Jember. Bupati Jember Hendy Siswanto berterima kasih kepada rekan-rekan media yang intens menyebarkan berita baik, serta kepada masyarakat atas kepatuhannya. Terutama, terkait kepatuhannya dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Pihaknya juga berterima kasih banyak kepada jajaran tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan seluruh anggota satgas Covid-19 yang bahu-membahu dalam memerangi Covid-19 di Jember. Dengan perubahan level PPKM satu tingkat lebih rendah, lanjut dia, ada berbagai kelonggaran yang menyertainya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Jember tersebut menyebut, salah satunya adalah tempat-tempat ibadah boleh buka.
Oleh karena itu, pihaknya bakal memperketat upaya pemutusan mata rantai persebaran Covid-19 menuju PPKM level 2. “Tentu saja, tujuannya bukan untuk menjadi juara,” tegasnya. Namun, hal tersebut berkaitan dengan perekonomian yang berkelanjutan.
Tentunya, jika level penerapan PPKM menurun, pergerakan perekonomian di Kabupaten Jember bisa makin longgar lagi. Apalagi jika turun menjadi level 2. Mengingat, kegiatan transaksional bakal lebih memudahkan masyarakat.
Nantinya, jika sudah masuk ke PPKM level 1, suasana di Kabupaten Jember bakal lebih normal seperti sediakala. Banyak tempat-tempat yang bisa dibuka dan masanya lebih panjang. “Tentunya dengan prokes yang ketat,” tegasnya.
Dengan begitu, masalah lain juga bakal teratasi. Yakni kemiskinan. Seperti diketahui, jika berbagai tempat usaha dibuka, bisa mengurangi tingkat pengangguran. Dengan begitu, juga bisa menekan angka kemiskinan.
Lebih lanjut, kepada jajarannya, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman menerangkan bahwa semua harus terus bersemangat dalam melayani masyarakat terkait penanganan Covid-19. “Mari kita upayakan bersama, agar 9 Agustus mendatang kita bisa turun level,” pungkasnya.
Reporter : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri