Radio Suara Akbar Jember berdiri tahun 1967 silam. Kala itu, hanya sebuah radio komunitas yang berubah menjadi radio publik. Pendiriannya cukup brilian, karena bertujuan menjadi corong dakwah kepada umat. Edukasi dan dedikasi dalam penyampaian informasi cukup konsisten dilakukan para pendiri hingga tutup, akhir Juli kemarin.
Sebagai radio dakwah, media lokal Jember ini tak pernah jenuh menyampaikan motivasi hingga inspirasi kepada masyarakat Jember. "Tujuan didirikannya Radio Suara Akbar untuk dakwah, sehingga isinya sangat edukatif," kata Kang Parto, penyiar senior Radio Suara Akbar yang memiliki nama asli Supartu.
Dalam perjalanan panjangnya, Radio yang berkantor di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, tersebut tak lepas dari tangan para tokoh di dalamnya. Ada Abu Bakar, Abdurrahman, Hisyam, Khusin, Dr Kholiq, Laura, serta sejumlah orang lain. Salah satu tokoh yang kini cukup dikenal publik adalah Charles Meikyansyah, anggota DPR RI. "Kalau tidak salah, tahun 1998 sampai 1999, Charles kerja bersama kami. Saat itu dia masih mahasiswa," ucap Kang Parto.
Sebagai radio dakwah, dedikasinya tak perlu diragukan. Salah satu program dengan tingkat kontinuitas tinggi yakni Titian Senja dan Titian Fajar. Pagi dan sore, hal-hal tentang pengetahuan agama Islam senantiasa disajikan kepada khalayak umum. "Karena radio dakwah, maka seluruh penyiar minimal menguasai dakwah," imbuh Kang Parto, yang tinggal di Perumahan Mastrip Gang 0-9, Kelurahan Sumbersari, ini.
Dalam penyampaian dakwah, radio ini dulunya mengudara dengan frekuensi AM. Selanjutnya, beralih pada frekuensi 94,6 FM. Meski Kang Parto bukan pendiri dan bukan orang pertama yang masuk menjadi pegawai di radio itu, namun baginya Radio Suara Akbar sudah mendarah daging. Apalagi, dia bekerja sejak tahun 1995 lalu, dan pada 1998 menjadi kabag siar atau kepala bagian penyiaran. "Sempat bergeser, dan tahun 2017 sampai 2019 saya di Kabag Siar lagi," ulasnya.
Menurutnya, selain untuk dakwah, radio ini juga banyak melakukan sinergisitas dengan pemerintah. Yaitu menyiarkan informasi kepada warga Jember. Kontribusi melalui penyiaran terhadap dunia pendidikan maupun pembangunan di Jember tak putus dilakukan sejak 54 tahun silam. Radio ini pun tutup dengan sejuta kenangan.
Nama Radio Suara Akbar sudah begitu menghiasi hati banyak warga Jember. Kang Parto mengaku sangat prihatin. "Nama radio ini sudah besar. Saya sangat prihatin. Konsistensi dakwahnya sangat bagus. Tetapi, sebulan yang lalu, kondisi tak memungkinkan, sehingga ditutup per 31 Juli kemarin," paparnya.
Radio Suara Akbar yang tidak mengudara ini, diakui Kang Parto sangatlah berat. Namun, bisa jadi akan kembali siaran di kemudian hari. Keberadaan radio ini pun banyak dicintai oleh para pendengar. Baik dari sisi edukasi dan dakwahnya, maupun hiburannya. "Saya tidak tahu, apakah radio ini akan siaran lagi atau tidak," pungkasnya.
Reporter : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Safitri