Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Depo Lokomotif KAI Daop 9 Jember

Safitri • Minggu, 18 Juli 2021 | 16:50 WIB
DETAIL: Kepala Depo Lokomotif KAI Daop 9 Jember Hariyono dan Plh Humas Tohari saat menjelaskan tentang lokomotif dari masa ke masa kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.
DETAIL: Kepala Depo Lokomotif KAI Daop 9 Jember Hariyono dan Plh Humas Tohari saat menjelaskan tentang lokomotif dari masa ke masa kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Raungan bunyi klakson lokomotif kereta menggema di dalam Depo Lokomotif KAI Daop 9 Jember di Jalan Mawar, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, belum lama ini. Di antara deru suara bising itu, beberapa petugas tampak sibuk mengecek keseluruhan badan lokomotif dari luar.

Kepala Depo Lokomotif KAI Daop 9 Jember Hariyono menjelaskan, Depo Lokomotif ini merupakan tempat singgahnya loko kereta untuk menjalani perawatan. Baik perawatan harian maupun perawatan bulanan. “Dulu, di sini juga melayani perawatan gerbong kereta. Namun, sekitar 1986 sudah dipisah menjadi dua depo. Untuk lokomotif di Jember, sedangkan gerbong kereta di Banyuwangi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Menurutnya, ada sejumlah lokomotif yang kerap menjalani perawatan di sana. Di antaranya loko kereta Pandanwangi, Tawang Alun, Sritanjung, Mutiara Timur PP, Probowangi, Wijayakusuma, Ranggajati, dan Logawa. Hariyono menuturkan, depo ini sudah melalui perubahan lokomotif dari masa ke masa. “Mulai lokomotif bermesin uap, hidrolik, hingga lokomotif elektrik,” paparnya. Jadi, depo ini menjadi saksi peralihan tiga generasi lokomotif.

Pelaksana Harian (Plh) Humas KAI Daop 9 Jember Tohari menambahkan, keberadaan lokomotif mesin hidrolik menjadi elektrik itu sekitar 2009 hingga 2010 lalu. Namun hingga kini, penampakan lokomotifnya masih ada di depo. Karena mesin dan suku cadang yang tak diproduksi lagi, maka secara bertahap lokomotif beralih menggunakan mesin elektrik.

Data terkait dengan sejarah depo tersebut, Tohari belum bisa menjelaskan secara mendetail. Sebab, dokumen-dokumennya ada di Bandung. “Pastinya, depo yang dibuat pada zaman kolonial ini lebih dulu dibuat daripada relnya,” candanya. Meski begitu, masyarakat Jember bisa saja berkunjung ke depo asalkan dengan syarat dan tujuan yang harus dipenuhi.

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Isnein Purnomo
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri
#PT KAI