Ide kreatif itu baru muncul saat memasuki bulan Ramadan, beberapa waktu lalu. Warga setempat sengaja mengecat makam untuk menghilangkan kesan angker. "Ada warga sini, dari kalangan pemuda karang taruna. Mereka cat semua pemakaman dengan warna-warni," kata Kasun Krajan Desa Jenggawah Heru Sujono.
Menurut dia, dengan mengecat makam warna-warni itu, peziarah makam tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun juga anak-anak kecil. “Karena biasanya, warna-warni yang mencolok diyakini menjadi kesukaan anak-anak kecil,” pungkasnya.
Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital