Sesaat sebelum helikopter itu mendarat, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman sudah siap menyambut. Sepertinya, tamu yang datang itu adalah seorang pejabat penting. Benar saja, setelah keluar dari armada udara itu, pria berpakaian loreng hitam kecokelatan tampak keluar. Bersama rombongan bupati dan wakil bupati, pejabat yang diketahui adalah Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh Marsma TNI Wayan Superman itu segera menuju Pendapa Wahyawibawagraha, yang jaraknya tak jauh dari lokasi pendaratan.
Seusai melakukan audiensi tertutup, perwira tinggi TNI AU itu mengutarakan, maksud kedatangannya sebenarnya hanyalah kunjungan balasan. Sebab, sebelumnya Bupati Jember sudah lebih dulu berkunjung ke Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Terlebih, tidak lama lagi, dia akan pindah tugas ke Jakarta. “Jadi, rasanya belum plong jika belum ketemu dengan bupati di Jember,” kata pria kelahiran Singaraja, Bali, tersebut.
Kendati begitu, dirinya tetap memberi perhatian ke Bandara Notohadinegoro. Salah satu bentuk perhatian itu adalah memberikan bantuan pengamanan terhadap sarana transportasi udara yang cukup vital tersebut, yang sudah dilakukan sejak era pemerintahan bupati sebelumnya. Yakni pada 2013 hingga 2014 lalu. “Adapun tugas bupati saat ini adalah mengembangkan bandar udara itu. Dan saya yakin peluang itu ada,” ucapnya.
Pria kelahiran 1970 ini menambahkan, bandara tersebut akan diperlukan jika seseorang membutuhkan kecepatan untuk berpindah tempat. Termasuk untuk menarik minat wisatawan dan untuk mendatangkan investor. Jadi, dia berharap, bupati bersedia segera membangun infrastruktur dan faktor pendukung lain untuk menarik minat wisatawan dan investor tersebut. Dengan sendirinya, manfaat bandara akan tampak dan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat di Jember.
“Jika Jember memiliki daya tarik, segala upaya akan ditempuh untuk datang ke Jember,” paparnya. Baik melalui jalur lintas selatan (JLS), jalan tol, bahkan melalui Bandara Notohadinegoro. Bandara memang bukan satu-satunya, tapi bagi orang yang membutuhkan kecepatan, bandara dinilai bisa menjadi pilihan utama.
Selain sebagai sarana transportasi umum, apakah bandara ini juga menjadi lokasi latihan militer? Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah pernah melakukan simulasi latihan militer. Yakni dropping logistik. Nantinya, kegiatan serupa akan sering diadakan di sana. “Saat terjadi gempa di Malang, kami juga melakukan itu,” terangnya.
Meski demikian, dia kembali menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada bupati. Apakah agenda yang sama tetap dilakukan atau tidak. Yang jelas, dia menegaskan, TNI AU menempatkan personel untuk melaksanakan pengamanan di bandara. Sebab, TNI AU lebih paham terkait wilayah udara.
Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengaku sependapat dengan yang diutarakan oleh danlanud. Nantinya, infrastruktur bidang lain juga bakal diperbaiki untuk menarik minat orang luar agar datang ke Jember. Sehingga bandara menjadi lebih hidup. Salah satunya adalah lapangan golf. “Nantinya, juga merambah ke tempat-tempat wisata lain dan memasifkan promosi,” tandasnya.
Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital