Seperti di SMPN 5 Jember, siswa yang awalnya tidak terlalu gemuk, setelah masuk terlihat gemuk. Bahkan baju yang dipakai sudah tidak cukup. Tidak hanya baju yang tidak cukup, rambut siswa sudah panjang. Ihwal siswa seperti ini, tidak hanya di SMKN 5 Jember saja, melainkan ditemukan di enam lembaga SMP.
Yang paling banyak siswa yang rambutnya panjang adalah siswa kelas IX. Banyak yang panjang dan tidak sempat dipotong. “Yang penting pelaksanaan PTM mini sudah mendapat dukungan dari orang tua dan guru. Yang terpenting lagi, siswa sudah bisa terlayani dengan baik,” terang Bambang.
Karena ketika siswa tidak datang , guru langsung datang ke rumah siswa. Dari enam lembaga yang dikunjungi masih ada puluhan siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring. Ini karena siswa ijin sakit dan ada siswa yang bangun terlalu siang. “Sehingga guru harus mendatangi siswa dan mengantar soal ujian untuk penguatan kemampuan siswa penilaian akhir tahun (PAT),” kata Bambang Hariono disele-sela kunjungan ke sekolah, Rabu (21/4).
Dari beberapa sekolah yang dikunjungi masih ada yang hadir karena beberapa alasan. Yakni sakit atau memang bangunnya terlalu siang. Sehingga guru harus mengantar soal ke rumahnya.
Rata rata orang tua mereka mengaku senang, anaknya bisa masuk sekolah lagi. Dari pada anaknya belajar di rumah yang sulit memantaunya, mereka lebih senang anaknya belajar lagi disekolah. “Bisa bertemu gurunya yang sudah setahun lebih tidak ketemu,” kata Bambang. Tentunya pembelajaran tatap muka ini tetap mengikuti protokol kesehatan.
Untuk siswa yang terlihat sakit memang bisa mengikuti belajar secara daring di rumah. Tetapi rata-rata mereka senang bisa bertemu dengan temannya.
Pantauan di lapangan, di SMPN 5 Jember dari jumlah siswa 175 yang ijin karena sakit hanya ada 1 siswa. Untuk satu siswa itu, soal penguatan untuk penilaian akhir tahun langsung diantar guru ke rumah siswa. “Sehingga siswa tetap mendapatkan pelayanan dari sekolah”, kata Soeratmi Plt Kepala Sekolah SMPN 5 Jember.
Sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMPN 6 Jember dari 220 kelas IX yang hadir ke sekolah ada 214 siswa sisanya 6 siswa belajar di rumah. “Enam siswa yang tidak hadir itu karena sakit,” kata Suhartatik Plt Kepala Sekolah SMPN 6 Jember. Di SMPN 6 jember Bambang blusukan ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Redaktur: Sholikhul Huda Editor : Safitri