Jawa Pos Radar Jember yang bertemu langsung dengan Pengelola UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Tanaman Ternak Dinas Peternakan Budi Santoso langsung diajak keliling bangunan. Dari jauh, bangunan itu sudah tampak berbeda. Salah satu yang kini sudah mulai langka yaitu bangunan di bagian dinding bawah masih menggunakan bebatuan. “Kalau temboknya tidak ada yang direnovasi,” kata Budi, sambil memegang kunci bangunan.
Saat memasuki bangunan tersebut, suasana khas era tempo dulu langsung terasa. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan dalam ukuran luas. Namun, menurut Budi, sejak beberapa tahun lalu sudah disekat-sekat. “Baru setahun ini juga bangunan ini dirawat lagi. Sebelumnya kotor, tetapi sekarang sudah dibersihkan,” ulas Budi.
Berada di luar maupun di dalam ruangan, bangunan ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Hampir seluruh perabotan bangunan tetap menggunakan kayu lama. Bahkan, lemari ukuran besar dan semacam tempat arsip juga masih ada di sana. “Ini ada brankas, tetapi saya tidak membukanya. Mungkin ada golden di dalamnya,” lanjut Budi.
Ciri khas bangunan lama yang tetap dipertahankan membuat banyak orang terkadang datang untuk sekadar berswafoto. Pada saat Jawa Pos Radar Jember datang, dua perempuan muda terlihat sedang ber-selfie ria di depan bangunan. Kedua perempuan itu pun meminta izin masuk karena pintu rumah sedang dibuka. “Pak, mau foto sebentar, boleh ya,” kata perempuan yang berada di lokasi. Editor : Safitri