Sella mengaku memiliki teknik khusus dalam mengolah pentol tersebut. Teknik inilah yang dia pertahankan sehingga rasanya tidak berubah sama sekali, meski dinikmati setelah tiga hari pengiriman. “Pelanggan antusias dan kerap memesan lagi. Sayangnya, saat ini kami belum bisa melayani pengiriman ke luar pulau,” lanjutnya.
Tak hanya pelanggan luar kota, penikmat sekitaran Jember juga tak mau kalah. Belum lama ini, Sella berkata, ada pelanggan asal Puger yang memesan bakso ukuran 5 kilogram sebanyak 5 biji. Dengan jumlah itu, bakso berukuran jumbo bisa dinikmati sampai 25 orang.
Kendati begitu, perempuan kelahiran Mei 1994 itu menuturkan, selama pandemi ini usahanya juga terkena imbas. Dampaknya pendapatan menurun drastis. Oleh karena itu, dia memutar otak dengan menggunakan cara jemput bola. Jadi, dia juga memasarkan baksonya secara daring. “Alhamdulillah, kami tetap bersyukur karena cita rasa baksonya masih dipercaya banyak orang,” pungkasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=oYXQqBn4oyU&t=592s Editor : Safitri