Pantauan Jawa Pos Radar Jember, mereka adalah pemotor yang kebetulan sedang melintas di Gladak Kembar. Kerumunan orang itu mulai nampak pukul 05.30 dan silih berganti berdatangan.
Imam Harianto, warga Jalan Manggis, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, mengatakan, ia dan istri baru pulang dari pasar Kepatihan. Keduanya sengaja menonton lokasi banjir dari Gladak Kembar.
“Semalam belum sempat kesini lihat banjir dan baru pagi hari. Ngeri sekali sampai air meluap merendam rumah warga bantaran Sungai Bedadung,” ungkap Imam.
Hal senada dikatakan oleh Sukani, warga asal Perumahan Mastrip, Kelurahan / Kecamatan Sumbersari. Dia tidak mengira air Sungai Bedadung meluap hingga memporak-porandakan perkampungan di bawah Gladak Kembar.
"Mereka udah mengungsi. Semoga hal ini segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah," ucap Sukani.
Keberadaan pemotor yang menonton banjir tersebut sempat membuat lalu-lintas di Gladak Kembar tersendat. Karena berkendara roda dua tampak berderet panjang. Sebagian memarkir kendaraannya di bahu jalan. Editor : Safitri