Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kesenian yang Dirindukan Masyarakat

Safitri • Minggu, 24 Januari 2021 | 17:15 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - SEJATINYA di Jember, eksistensi wayang kulit sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Hal ini diterangkan oleh Ki Sudjito, salah seorang dalang yang hingga kini masih aktif di Jember.

Kali pertama masuk Jember, dia sudah belajar menekuni bakat dalangnya dengan berguru pada salah satu dalang asal Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, yang bernama Ki Sunoko. “Nah, pada 1981, saya mulai pentas malam,” imbuhnya.

Estafet api pertunjukan wayang di Jember pun terus berlangsung hingga sekarang. Menurut warga Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, itu, penduduk Jember sangat gemar menyaksikan wayang kala itu. “Mulai awal pertunjukan hingga pementasan berakhir, penonton masih antusias menyaksikan. Apalagi pas goro-goro,” lanjutnya.

Goro-goro merupakan babak dalam pergelaran wayang yang biasanya ditandai dengan kemunculan para punakawan. Isinya merupakan petuah atau pitutur, atau wejangan yang diselingi kisah humor segar oleh para punakawan.

Dari kisah-kisah lakon dalam wayang itu, pria kelahiran 21 April 1958 tersebut menuturkan bahwa banyak ilmu yang bisa dibagikan untuk masyarakat. “Selain keilmuan, pementasan wayang ini juga bermanfaat bagi para pedagang yang kerap meramaikan pertunjukan,” lanjutnya.

Sayangnya, di masa pandemi saat ini, pergelaran wayang sangat dibatasi. Bahkan, bisa dikatakan sama sekali tak ada pertunjukan. Dia menambahkan bahwa sebenarnya ada pementasan, tapi tidak di Jember. “Insyaallah ada pementasan wayang di Malang, Februari mendatang,” ucap Ki Sudjito.

Di luar daerah, menurut dia, pasti sulit. Terutama, harus menerapkan protokol kesehatan. Namun, di dalam daerah beda lagi. “Meski pementasan ada di pelosok, pasti banyak yang menyaksikan,” pungkasnya. Sebab, pertunjukan seni adalah kegiatan yang sangat dinanti saat ini.

Selain masih dalam masa pandemi, salah satu kendala lainnya adalah Jember tak memiliki gedung kesenian. Tak hanya wayang, menurut dia, semua kesenian sangat dirindukan saat ini. Namun, tak memiliki ruang. Editor : Safitri
#Kesenian #Budaya