Pesepak bola muda asal Jember itu pernah mencicipi berlaga di Eropa lewat program PSSI Garuda Select angkatan ke-2. Dia juga pernah menjajal melawan pemain bule di Inggris, hingga melakoni laga melawan Juventus Junior, tim superstar dari Liga Italia.
Walau pernah mencoba atmosfer laga bersama tim junior di benua biru, Bramdani masih tetap mau merumput laga amatir hingga persahabatan di Jember. Bagi dia, Jember adalah bagian dari kehidupannya bisa bermain bola. Bahkan sepak bola dengan klub-klub kecil di Jember juga membawanya bisa dilirik Persebaya Junior hingga masuk Garuda Select.
Sejatinya, Bramdani adalah pemain yang membela Persebaya Elit Pro. Karena tidak ada kompetisi, dia lebih memilih tetap main bola di Jember walau hanya laga antarkampung dan persahabatan. "Ya biar kaki tidak kaku saja untuk latihan. Kalau lama tidak main bola, nanti kembali ke nol lagi," ucapnya.
Bermain posisi winger, peran Bramdani cukup penting dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Apalagi gaya permainan pemain 17 tahun tersebut ngeyel dalam dribble bola. Tentu saja akan menyedot perhatian pemain belakang untuk berusaha menghentikannya hingga sliding. Berbicara cedera, menurut Bramdani, ada rasa takut juga. "Pokoknya hati-hati saja. Dan yang penting minta doa restu ke orang tua," ucapnya.
Selalu berpamitan dan minta doa orang tua menjadi hal yang wajib dilakukan Bramdani sebelum berlaga. "Di Eropa dulu ya ngabari mau tanding," ucapnya. Tak terkecuali saat turun di laga persahabatan melawan tim desa, Bramdani juga selalu pamit dan meminta doa. Editor : Safitri