Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Manurung mengatakan, kegiatan penambalan jalan berlubang tersebut dilakukan sebagai pencegahan dini terhadap kecelakaan akibat kondisi jalan. Dia mengakui, banyaknya jalan berlubang di Jember juga sejalan dengan kasus kecelakaan akibat kondisi tersebut. “Kebanyakan kasus kecelakaan dialami oleh pengendara motor,” tuturnya.
Kecelakaan kendaraan bermotor disebabkan banyak hal dan tidak selalu karena kelalaian pengendara ataupun melanggar lalu lintas. Tapi juga disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah fasilitas jalan hingga penerangan. Nah, tindakan penambalan jalan berlubang tersebut adalah bentuk kepedulian dan tindak lanjut Satlantas Polres Jember untuk mencegah kejadian laka lantas. “Kalau tetap dibiarkan dengan kondisi jalan berlubang, maka sangat rawan dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Iptu Heru Siswanto menambahkan, sebelum melakukan penambalan bersama, Unit Laka Lantas Polres Jember mulai melakukan pemetaan jalan berlubang mana yang perlu ditambal terlebih dahulu. Langkah penambalan itu setidaknya telah menambal 50 titik jalan berlubang. “Sementara itu, penambalan dilakukan di Jalan MH Thamrin Ajung, Jalan M Yamin, dan Jalan Otista,” paparnya. Penambalan yang dilakukan itu tidak memakai aspal, melainkan dengan semen cor.
Menanggapi adanya aksi tambal jalan berlubang dengan semen cor, dosen Teknik Sipil Universitas Jember Dr Anik Ratnaningsih mengatakan, adanya aksi tanggap menyikapi jalan berlubang dengan ditutup semen adalah upaya yang bagus. Sebab, bisa mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang. "Apalagi sekarang musim hujan terdapat genangan air yang membuat jalan berlubang itu semakin samar," ujarnya.
Namun, perlu diketahui, penambalan dengan cor semen hanya bersifat sementara dan tidak permanen. "Jalan aspal berlubang dan ditambal dengan semen, tidak bisa nyokot (merekat, Red)," ujarnya. Pada waktu tertentu, tambalan semen tersebut akan terlepas lagi.
Dia menjelaskan, perbaikan tipe jalan memang ada dua, yaitu dengan model aspal dan cor semen. Namun, kedua bahan itu tetap tidak bisa menyatu. Tapi, bila hanya untuk mengisi jalan berlubang, itu sudah cukup bagus. "Antara disemen atau tidak, ya lebih baik disemen daripada dibiarkan berlubang," paparnya.
Lantas, berapa lama kekuatan tambalan semen tersebut? Anik menjelaskan, tambalan semen cor itu tidak akan bisa bertahan selama setahun. "Ya nggak bisa tahan lama. Apalagi sekarang hujan terus. Tapi untuk selama satu bulan setidaknya masih kuat," jelasnya.
Dosen yang menyelesaikan pendidikan doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menambahkan, sebenarnya ada bahan penambalan jalan berlubang yang lebih kuat daripada semen cor. Yaitu memakai Asphalt Mixing Plant (AMP). (dwi/c2/lin) Editor : Safitri