Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Malam Hari Susah Cari Penggali Kubur

Safitri • Selasa, 19 Januari 2021 | 20:31 WIB
PEMULASARAAN: Para penggali kubur di TPU Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, bahu-membahu melakukan penggalian kuburan. Sayangnya, masih susah mencari penggali kubur khusus pasien Covid-19, terutama pada malam hari.
PEMULASARAAN: Para penggali kubur di TPU Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, bahu-membahu melakukan penggalian kuburan. Sayangnya, masih susah mencari penggali kubur khusus pasien Covid-19, terutama pada malam hari.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Angka kasus Covid-19 di Jember terus bertambah, hingga tembus lebih dari lima ribu kasus. Bahkan, setiap hari angka kematian akibat korona juga tak terelakkan. Sayangnya, ketakutan untuk melakukan proses pemakaman masih banyak dirasakan oleh tukang gali kubur. Hingga tidak sedikit masyarakat kesulitan ketika mencari penggali kubur pada beberapa waktu.

Malam itu lampu sorot begitu kontras di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukorejo. Makam yang gelap gulita itu terdapat cahaya terang dan beberapa orang melakukan penggalian kubur. Hadi Koboy, Pak To, Hairul, Mistari, dan dua rekannya lagi tengah dikejar waktu menyelesaikan penggalian.

Bekerja malam hari di pemakaman, bagi mereka adalah biasa. Namun, bila penggalian untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19, barulah menjadi hal luar biasa bagi mereka. "Bukan untuk jenazah korona ini, orang biasa," tutur Hadi, kala itu.

Pada dasarnya, menggali kubur pada malam hari tidak diinginkan Hadi dan kawan-kawannya. Namun, karena terpaksa dan mendesak, mereka menyanggupinya. Walau begitu, mereka mengaku enggan melakukan penggalian untuk jenazah yang terpapar korona lantaran takut.

"Kalau korona tidak (menggali kubur dan memakamkan, Red). Takut," tegasnya. Apalagi, selama ini dia tidak pernah lakukan penggalian jenazah pasien korona. Ketakutan tersebut karena khawatir tertular.

Per 17 Januari hingga pukul 13.00, data pasien Covid-19 yang meninggal dunia dari Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember telah mencapai 275 jiwa. Sedangkan kasus positif baru 33 orang, dan total positif mencapai 5.121.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo menjelaskan, ketakutan penggali kubur untuk menggali makam jenazah korona sebenarnya tidak perlu terjadi. Sebab, jenazah korona tidak akan datang sebelum penggalian kuburan itu selesai. Karena itu, tukang gali kubur sejatinya tidak akan pernah bersinggungan dengan jenazah yang terpapar Covid-19. Bahkan, seusai dimakamkan, lokasi sekitar pemakaman disemprot cairan disinfektan.

Pemahaman tentang tukang gali kubur jenazah Covid-19 tetap aman inilah yang sekarang penting. Sebab, sekarang hampir setiap hari selalu ada pasien korona meninggal dunia. Oleh karenanya, peran penggali kubur sangat penting membantu tugas pemulasaraan Covid-19.

Heru mengakui, untuk mendapatkan tukang gali kubur Covid-19 di kota, tidak semudah di desa. “Paling susah cari tukang gali kubur itu saat malam hari. Jadi, malam yang paling susah,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Humas PMI Jember Ghufron Eviyan Efendi, yang turut mengantarkan jenazah pasien korona dari rumah sakit ke lokasi pemakaman, menambahkan, mobil jenazah pasien korona tidak akan meluncur bila tempat pemakaman belum siap. “Jadi, ketakutan tertular korona itu tidak perlu terjadi. Apalagi yang menurunkan peti mati jenazah pasien Covid-19 adalah petugas. Bukan tukang gali kubur,” paparnya.

Dia mengakui, saat ada kabar pasien korona meninggal pada lama hari, pada saat itu pula mencari tukang gali kubur itu susah. “Kalau tidak ada tukang gali kubur, terpaksa pihak keluarga sendiri yang menggali,” pungkasnya. Editor : Safitri
#Peristiwa