Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bintik Hitam Jadi Ciri Khusus

Radar Digital • Kamis, 14 Januari 2021 | 17:00 WIB
CARI YANG MATANG ALAMI: Pedagang buah di Jalan Tidar menunjukkan ciri-ciri pisang yang disemprot dengan zat pematang buah. Salah satu ciri pisang semprot adalah terdapat titik hitam temporer di kulit pisang.
CARI YANG MATANG ALAMI: Pedagang buah di Jalan Tidar menunjukkan ciri-ciri pisang yang disemprot dengan zat pematang buah. Salah satu ciri pisang semprot adalah terdapat titik hitam temporer di kulit pisang.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pisang menjadi buah yang sangat lazim dikonsumsi masyarakat. Buah yang tak kenal musim tersebut kaya akan vitamin, serta harganya juga cukup terjangkau. Berbagai olahan makanan dari pisang juga mudah ditemukan. Salah satunya yaitu pisang goreng. Walau pisang adalah buah yang sangat familiar, tapi untuk cara mematangkan juga perlu diketahui.

Secara tradisional, untuk mempercepat pisang itu matang yaitu dengan cara dikarbit. “Jadi, pisang dibungkus dengan sak dan diberi karbit,” ucap Bambang, salah seorang penjual pisang di Jalan Tidar, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Namun, bagi dia, cara lama itu tidak lagi dipakai oleh pedagang buah, termasuk buah pisang. “Kalau karbitan itu rasanya berubah. Katanya juga tidak enak di perut,” jelasnya. Cara terbaru adalah menyemprot buah pisang dengan cairan tertentu yang dicampur dengan air. “Sekarang disemprot biar cepat matang,” katanya.

Cara tersebut dianggap paling jitu mempercepat proses pematangan pisang. Bahkan, kata dia, tidak memengaruhi rasa, dan berbeda dengan karbitan. Selain itu, pisang yang disemprot tersebut akan tampak kian cantik ketika dijual, karena matangnya merata.

Sejak 2017 dia berjualan, mematangkan pisang dengan disemprot tersebut sudah dilakukan dan menjadi hal wajar bagi pedagang pisang. Bahkan, menurut dia, juga tidak ada keluhan pembeli. Termasuk pembeli yang memiliki sakit mag. “Kalau mag itu terpenting pisangnya matang. Itu baru cocok bagi yang punya sakit mag,” jelasnya.

Bambang dan istrinya termasuk pedagang yang jujur untuk mengatakan pisang itu disemprot atau tidak. “Kalau buat anak kecil, selalu saya sarankan untuk pisang tidak disemprot,” jelasnya. Bila ada yang ingin pisang tidak disemprot, Bambang menunjukkan pisang mana yang belum disemprot. Namun, kekurangan pisang yang tidak disemprot adalah matangnya tidak merata.

Salah satu cara mendeteksi pisang tersebut matang semprot atau tidak, yakni kematangan tidak merata dari setiap pisang. Namun, dalam kondisi tertentu itu sangat dibedakan. Lebih spesifiknya, kata dia, pisang yang telah disemprot memiliki bintik hitam yang ukurannya sangat kecil di kulitnya. Namun, bintik hitam itu bisa hilang bila diusap.

“Mengapa ada bintik hitam dan itu bisa hilang, karena pedagang buah pisang itu sering di pinggir jalan, pisangnya juga terkena debu. Saat disemprot pasti meninggalkan bekas bintik kecil,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember Prof Soetriono mengatakan, proses pematangan itu sudah lama dilakukan oleh para leluhur. Salah satunya adalah dengan karbit. “Karbitan itu sudah lama. Rasanya juga berubah, karena buah tersebut dipaksakan matang,” paparnya.

Namun, Soetriono tidak bisa menegaskan apakah proses semprot untuk pematangan buah itu berbahaya atau tidak. “Karena tidak tahu cairan apa yang disemprot,” tuturnya.

Yang jelas, dalam proses budi daya tanaman yang berbuah, tidak boleh buah tersebut disemprot dengan cairan kimia. Bila tanaman buah itu terserang hama penyakit dan lainnya, yang disemprot untuk membasmi hama adalah tanamannya, bukan buahnya.

Hal itulah yang sering salah persepsi di petani. Bila buahnya terdapat gangguan, maka yang disemprot adalah buahnya. “Buah jangan disemprot, tapi tanamannya,” jelasnya. Sebab, bila disemprot dengan cairan kimia seperti pestisida dan sejenisnya, akan bisa masuk lewat pori-pori buah. Editor : Radar Digital
#Jember