Air mulai naik pada Jumat (8/1) pukul 03.00 dengan ketinggian mulai 50 hingga 60 centimeter. Bahkan, air belum surut karena hujan masih turun hingga Jumat malam. Karena kejadian itu, ada 341 KK yang rumahnya tergenangi air hujan luapan afur sungai tersebut.
Derasnya hujan tak hanya menggenangi dua RW di Dusun Karetan, Desa Grenden, Kecamatan Puger itu. “Area persawahan seluas 80 hektar di Desa Wringintelu juga terendam air,” ujar Kepala Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, Solihin. Akibatnya, banyak petani yang gagal menanam padi karena air yang menggenangi sawah cukup tinggi.
“Sekarang ini mulai musim tanam padi. Karena terjadi genangan akibat luapan air dari afur sungai, sawah warga tidak bisa ditanami,” ucapnya. “Ya, mudah-mudahan tidak ada kiriman air dari Sungai Dongdowo,” harapnya.
Sementara itu, Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono menyatakan bahwa beberapa rumah di dua RW Dusun karetan, Desa Grenden, Kecamatan Puger, terendam cukup parah karena curah hujan cukup tinggi. Akibatnya, petani yang seharusnya mulai bisa menanam padi menjadi tertunda. “Ya, mudah mudahan air yang menggenangi sawah milik warga segera surut dan tidak hujan lagi,” jelasnya. “Meski di wilayah Wringintelu tidak hujan, kalau bagian hulu hujan, ya tetap banjir,” imbuhnya.
Pihaknya mengimbau warga di dua RW, Dusun Karetan, Desa Grenden, Kecamatan Puger, untuk selalu waspada “Kalau terjadi hujan deras dan lama, hendaknya lebih berhati-hati,” pungkasnya. Sebab, air dari Sungai Afur Bago itu bisa meluap lagi.
Setelah menerima laporan dari perangkat desa, Ribut langsung berkoordinasi dengan tiga pilar Desa Grenden dan berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Bersama perangkat desa, pihaknya memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak banjir. “Ya, mudah-mudahan air segera surut. Dengan begitu, warga bisa segera melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Ribut.
Demikian pula dengan warga Desa Wringintelu yang sawahnya tergenangi air. “Saya bersama kepala desa langsung mengecek sawah yang benar-benar terdampak. Genangan airnya cukup tinggi,” tandasnya. Editor : Radar Digital