Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terhipnotis Dentang Lonceng Gereja

Radar Digital • Minggu, 10 Januari 2021 | 20:15 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Gereja Katolik Santo Yusup sudah menjalani empat kali renovasi untuk memperbarui beberapa ornamen. Yakni pada tahun 1950, 1974, 1990, dan 2007. Pada renovasi terakhir inilah, wajah satu-satunya gereja Katolik di Jember ini tampak lebih modern, dengan nuansa western yang lebih kental.

Dari luar, bangunannya terlihat eksotis dengan deretan batu alam yang menempel di seluruh bagian dinding gereja hingga ke menaranya. Di malam hari, pemandangan bangunan bersejarah ini makin bersinar dengan gemerlap lampu kekuningan yang menambah suasana yang menenangkan.

Jika membuka pintu depan, pengunjung akan dihadapkan dengan dua patung yang dibangun pada 2018. Di sebelah kiri terdapat patung Bunda Maria, pelindung gereja, dan Yesus. Ketiga patung tersebut berjajar dan berdiri dalam satu kelompok. Sedangkan di sisi kanan terdapat patung Pieta, atau patung Bunda Maria yang sedang menggendong jenazah Yesus ketika diturunkan dari salib. Sementara, lurus ke depan, altar gereja masih berdiri kokoh menyambut jemaat yang hendak berdoa dan beribadah di dalamnya.

Namun, meski sudah menjalani renovasi, ada satu ikon yang tak berubah, yakni lonceng gereja. Lonceng yang masih tetap berdentang di setiap momen ini terbilang masih tradisional. Cara menggunakannya pun masih konvensional, dengan cara menggoyangkan kedua sisi tali di sampingnya. Suaranya pun masih santer terdengar hingga beberapa kilometer dari gereja.

Ornamen lain yang diperbarui adalah adanya jendela yang mengilustrasikan riwayat Yesus dari awal menjalani hukuman penyaliban, hingga meninggal di tiang salib tersebut. Setidaknya ada 14 gambar yang dijadikan ilustrasi pada masing-masing jendela.

John Kelly, salah satu karyawan gereja, menyebutkan, sebelumnya jendela gereja hanya ditempeli gambar riwayat Yesus. Namun, sekarang dipahatkan dalam mosaik kaca yang makin memancarkan keindahan sekaligus sejarah lambang kesucian Yesus.

Hal lain yang baru adalah tempat paduan suara. Ruangan yang terletak di lantai dua dan langsung menghadap altar ini kapasitasnya lebih luas, bisa diisi oleh 30 orang.

Keindahan bangunan pada Gereja Katolik Santo Yusup ini mampu memikat beberapa pendatang. John Kelly menyebut, gereja ini dibuka untuk umum. “Siapa pun boleh masuk. Tapi harus memenuhi persyaratan tertentu,” ungkapnya. Seperti tidak mengganggu peribadatan dan memenuhi protokol kesehatan. Editor : Radar Digital
#Jember #Gereja