Eksistensi truk mini di Jember sebenarnya bukan hal baru. Sudah ada sejak kurang lebih tiga tahun lalu, tepatnya 2017. Namun, puncak ketenaran miniatur truk ini justru melonjak sejak adanya pandemi Covid-19.
Hal itu diungkapkan oleh koordinator komunitas truk mini dari Kencong Truk Miniatur Community (KTMC), Nova Andriansyah. Menurut dia, kehadiran truk mini berasal dari Malang, yang dikenal sebagai tempat pembuatan karoseri atau bak truk yang kreatif. "Awalnya truk mini itu didesain untuk keperluan pembuatan karoseri truk sungguhan. Namun, lama-kelamaan jadi bahan koleksi dan digemari," kata Nova.
Jadi, menurut dia, jika dibilang truk mini menjiplak desain dari truk sungguhan, itu kurang tepat. Justru sebaliknya, desain karoseri pada bak truk mini itulah yang selanjutnya tervisualisasi ke karoseri bak truk yang sebenarnya.
Ia juga mengakui, tren koleksi truk mini sejak ada pandemi ini meningkat drastis dan lebih dinamis. Selain itu, truk mini yang ada di masyarakat saat ini sudah beragam. “Namun secara umum terbagi dua, yaitu truk mini variasi dan truk mini pengangkut sound mini,” paparnya.
Kata para pecintanya, main truk mini menghasilkan seni dan kepuasan tersendiri. Mulai dari cara mendesain, setting lampu, aksesori, dan sebagainya. “Jadi pantas, kalau truk mungil ini dibanderol hingga jutaan rupiah. Beda dengan kendaraan lainnya, bus atau pikap, kalau truk itu seninya lebih terasa, dan ada kepuasan tersendiri," jelas Nova. Editor : Radar Digital